Tembok SMPN 182 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, yang roboh. Foto: ANTARA/Instagram-jakartaselatan24jam.
Mengapa Tembok SMPN 182 Bisa Roboh? Ini Penjelasan BPBD DKI
Rahmatul Fajri • 16 February 2026 17:17
Jakarta: Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengungkap dugaan faktor ambruknya tembok pembatas sepanjang 65 meter di SMPN 182 Jakarta, Kalibata, Jakarta Selatan. Peristiwa itu diduga dipicu oleh ketidakstabilan struktur tanah di lokasi kejadian.
"Material bangunan ambruk ke arah lingkungan SMP Negeri 182 Jakarta dan mengenai area halaman parkir sekolah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Penyebab sementara karena struktur tanah labil, tanah urukan," ujar Isnawa dalam keterangan tertulis dikutip dari Media Indonesia, Senin, 16 Februari 2026.
Isnawa menjelaskan bahwa insiden tersebut langsung direspons dengan pengerahan petugas gabungan lintas instansi. Tim reaksi cepat BPBD DKI bersama Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, PPSU Kelurahan Kalibata, dan Bhabinkamtibmas dikerahkan untuk membersihkan material beton guna mencegah penyumbatan saluran air yang dapat memicu banjir.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait total kerugian materi yang dialami pihak sekolah. BPBD mengimbau pengelola gedung pendidikan untuk rutin memeriksa kelaikan infrastruktur pembatas, terutama yang berdiri di atas lahan urukan guna mengantisipasi kejadian serupa.
"Saat ini kerugian materi masih dalam proses pendataan oleh tim di lapangan," ujar Isnawa.
Tembok pembatas sepanjang 65 meter di SMPN 182 Jakarta, Kalibata, Jakarta Selatan, ambruk secara tiba-tiba pada Minggu siang, 15 Februari 2026. Berdasarkan rekaman CCTV yang viral di media sosial, tembok setinggi 5,3 meter tersebut roboh menimpa area halaman parkir sekolah dan menutup saluran air.