Dasco Pastikan Perpres Ojol Segera Masuk Tahap Finalisasi

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Foto: Dok. Antara.

Dasco Pastikan Perpres Ojol Segera Masuk Tahap Finalisasi

Fachri Audhia Hafiez • 23 July 2026 13:11

Jakarta: DPR bersama pemerintah kembali menggelar rapat koordinasi guna mematangkan dan menyempurnakan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Ojek Online (Ojol). Beleid ini ditargetkan segera rampung.

"Rapat koordinasi untuk menyempurnakan Perpres tentang Ojol, yang Alhamdulillah sedikit lagi sudah final. Nah, tadi kami sudah sepakat bahwa tim akan bertemu sekali lagi untuk kemudian finalisasi," kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
 


Dasco mengatakan rapat koordinasi tersebut juga mendengarkan aspirasi dan masukan langsung dari Koalisi Ojol Nasional (KON). Khususnya terkait evaluasi penerapan potongan skema tarif.

"Tadi kita sudah juga mendengar dari Koalisi Ojol Nasional, menerima masukan dari mereka tentang bagaimana tarif yang selama ini dari pemberlakuan kemudian 92 (dan) 8 persen itu berjalan dan evaluasinya," ujar Dasco.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa arahan Presiden mengenai skema pembagian tarif sebesar 92 persen untuk pengemudi dan 8 persen untuk aplikator sudah mulai diterapkan. Penerapan ini sudah dilakukan sejak awal bulan.


Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memimpin rapat koordinasi untuk membahas tindak lanjut penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai ojek online (ojol). Foto: Dok. Istimewa.

"Yang penting perintah dari presiden mengenai pembagian tarif 92% dan 8% secara riil di lapangan sudah diterapkan. Jadi teman-teman Koalisi Ojol Nasional tadi sudah menyampaikan bahwa per 1 Juli itu sudah diterapkan," tutur Prasetyo.

Prasetyo menyoroti masih adanya sejumlah perusahaan penyedia jasa aplikasi yang belum disiplin dalam menjalankan ketentuan tersebut. Pihaknya menegaskan akan menertibkan aplikator yang masih tidak patuh sembari menuntaskan penyempurnaan draf Perpres.

"Memang ada beberapa teman-teman aplikator yang perlu kita tertibkan kedisiplinannya," kata Prasetyo.

(Fachri Audhia Hafiez)