Menko PMK Sugiono saat dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Foto: Antara.
Jabat Menko PMK, Sugiono Segera Koordinasi dengan Pratikno
M Ilham Ramadhan Avisena • 1 October 2026 19:54
Jakarta: Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono akan langsung mendalami pekerjaan rumah di Kementerian Koordinator PMK setelah resmi menerima mandat baru dari Presiden Prabowo Subianto. Ia akan berkoordinasi dengan Pratikno untuk memetakan persoalan yang perlu ditindaklanjuti.
"Setelah ini saya akan berkoordinasi dengan Pak Pratik untuk mendalami apa yang menjadi pekerjaan rumah di Kementerian Koordinator PMK. Tadi juga sudah sempat disampaikan pada saat di dalam," kata Sugiono usai dilantik di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Sugiono mengatakan kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo merupakan amanah untuk melanjutkan tugas dan tanggung jawab yang selama ini dijalankan Kementerian Koordinator PMK.
Ia tak banyak bicara saat ditanya mengenai alasan menerima penunjukan sebagai Menko PMK. Namun Sugiono mengatakan bahwa penunjukan tersebut cukup mendadak.
"Alasan mengambil ini? Ini tugas kok, nggak bisa nolak kan," ujar Sugiono.
Terkait arahan khusus Presiden Prabowo setelah pelantikan, Sugiono masih menunggu. Ia menyebut Presiden lebih dulu dipanggil sehingga belum sempat memberikan instruksi khusus kepadanya.
Sugiono sebelumnya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri sebelum bergeser ke posisi Menko PMK. Saat ditanya mengenai tantangan perpindahan tugas tersebut, ia belum memberikan gambaran lebih jauh.
Sugiono juga belum mengetahui kapan serah terima jabatan sebagai Menko PMK akan dilakukan. Ia mengatakan belum mendapat informasi mengenai jadwal tersebut.

Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev.
Mengenai posisi Menteri Luar Negeri yang kini akan diemban penggantinya, Sugiono mengatakan tidak melihat banyak hal baru dalam arah kebijakan yang akan dijalankan. Ia menilai prinsip politik luar negeri yang selama ini dipegang tetap menjadi pijakan.
"Saya kira tidak banyak yang baru, karena dari awal juga kita berusaha untuk menjalankan suatu polugri yang seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Jadi saya kira beliau juga sudah memahami itu, dan saya yakin di bawah kepemimpinan beliau sebagai Menteri Luar Negeri wajah diplomasi kita akan semakin baik," kata Sugiono.