Aksi Protes Nasional Prancis Meluas, Demonstran Jarah Pertokoan di Lyon

Aksi protes nasional di Prancis meluas ke sejumlah kota. (Anadolu Agency)

Aksi Protes Nasional Prancis Meluas, Demonstran Jarah Pertokoan di Lyon

Willy Haryono • 18 October 2026 13:53

Lyon: Sejumlah orang menjarah toko dan berupaya memecahkan kaca etalase di Lyon, Prancis pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di tengah masih berlangsungnya aksi protes nasional yang diwarnai kerusuhan di seantero negeri

Mengutip dari Viory, rekaman video memperlihatkan para demonstran berlari di jalanan yang dipenuhi asap, memasuki toko, dan mengambil barang-barang di tengah kericuhan. Kaca etalase yang rusak, barikade darurat, serta api yang menyala di jalan juga terlihat dalam rekaman tersebut.

Kerusuhan terjadi saat aksi nasional yang melibatkan mantan peserta gerakan Rompi Kuning (Yellow Vests), mahasiswa, petani, aktivis lingkungan, dan anggota serikat pekerja.

Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengatakan kerusuhan tersebut menyebabkan 1.200 orang ditangkap di seluruh Prancis dan 150 polisi serta anggota gendarmerie terluka. Sementara itu, Prefektur Rhone melaporkan sedikitnya 20 orang ditahan di Lyon.

Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan sekitar 550.000 orang mengikuti demonstrasi di seluruh negeri, termasuk 110.000 orang di Paris. Penyelenggara memperkirakan jumlah peserta mencapai 800.000 orang. Di Lyon, lebih dari 20.000 orang dilaporkan turun ke jalan.

Gerakan Rompi Kuning

Demonstrasi berlangsung setelah berminggu-minggu aksi yang dipimpin mahasiswa untuk memprotes kekurangan guru, kondisi gedung sekolah yang memburuk, dan pendanaan pendidikan yang dinilai tidak memadai.

Seruan untuk melakukan mobilisasi massal juga mendapat dukungan dari gerakan Rompi Kuning. Gerakan yang muncul pada 2018 untuk memprotes pajak bahan bakar itu kemudian berkembang menjadi aksi menentang kenaikan biaya hidup dan kebijakan ekonomi pemerintah.

Menjelang demonstrasi, Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat meminta para peserta tetap tenang serta menghormati orang lain dan properti.

Pada Sabtu, Macron menegaskan bahwa para pelaku perusakan dan penjarahan akan menghadapi proses hukum.

“Mereka yang melakukan perusakan, menyerang kantor-kantor pemerintah dan tempat usaha, bahkan menjarah balai kota, akan dituntut dan dihukum,” kata Macron. Ia menegaskan bahwa “tidak ada tempat bagi kekerasan di Republik kita.”

Baca juga: Bentrokan Warnai Demonstrasi di Strasbourg Prancis, Polisi Gunakan Gas Air Mata

(Willy Haryono)