Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metrotvnews.com/Adinda Vinka.
Pemprov DKI Siap Berkolaborasi dalam Penanganan Persoalan Jakarta
Nattasya Amani Vrazeti • 20 October 2026 23:03
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka peluang kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk mengatasi berbagai persoalan Ibu Kota. Mulai dari pembersihan sungai hingga penanganan konflik sosial seperti tawuran remaja.
“Pemerintah DKI Jakarta terbuka bagi Alvin dan teman-teman sekalian untuk bekerja sama,” ucap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri acara pengukuhan pengurus DPW 234 Solidarity Community (234 SC) DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Oktober 2026.
Baca Juga :
Pramono Ungkap Modal Jakarta jadi Kota Sinema
Pramono mengemukakan bahwa penanganan kompleksitas permasalahan kota membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan semangat gotong royong. Salah satu rencana aksi yang diusulkan adalah pembersihan aliran sungai yang digagas Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno.
“Tadi, Mas Japto juga menawarkan kerja sama untuk bersih-bersih sungai di Jakarta,” kata Pramono.
.jpg)
Ilustrasi suasana Bundaran HI, Jakarta. Foto: Dok. Medcom.id.
Ketua DPW 234 SC DKI Jakarta Alvin Febryan menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan Pemprov DKI. Pihaknya tengah merancang program pembersihan kali dengan menggaet ormas lain, seperti Forum Betawi Rempug (FBR) dan Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi).
“Tadi pesan-pesan dari Pak Gubernur adalah kita harus terus berkolaborasi, bersinergi untuk berdampak ke masyarakat. Hal itu juga disampaikan oleh Ketua Umum Pemuda Pancasila, Pak Japto,” kata Alvin.
Selain agenda lingkungan, Alvin menyebut organisasinya menyiapkan sarana olahraga berupa kejuaraan tinju dan mixed martial arts (MMA) bagi kaum muda. Langkah ini sebagai wadah penyaluran energi positif guna menekan maraknya aksi tawuran di Jakarta.
Tak hanya itu, kolaborasi tersebut rencananya akan diperluas ke sektor sosial melalui penyediaan fasilitas kesehatan, ambulans gratis, serta akses pendidikan bagi anak-anak marjinal di kawasan kolong jembatan.
“Nantinya, para guru juga berasal dari relawan 234 SC DKI,” tutur Alvin.