Pramono Minta Maaf soal Keterlambatan Pencairan KJMU

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan di salah satu hotel di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Pramono Minta Maaf soal Keterlambatan Pencairan KJMU

Achmad Zulfikar Fazli • 3 November 2026 11:37

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta maaf atas keterlambatan pencairan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Dia menargetkan pencairan dilakukan maksimal pada 6 November 2026.

“Pemerintah DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan ini, tetapi saya sudah memerintahkan untuk yang perpanjangan, hari ini harus selesai. Untuk yang lainnya, maksimum tanggal 6 harus selesai, karena kasihan bagi penerima KJMU yang memang membutuhkan,” kata Pramono di kawasan Jakarta Pusat, dilansir dari Antara, Selasa, 3 November 2026.

Dia mengungkapkan faktor penyebab keterlambatan pencairan KJMU. Pertama, adanya persoalan pada rekening penerima KJMU.

“Yang pertama, karena adanya data dengan digit 10 yang jumlahnya cukup besar untuk rekeningnya, padahal digit sekarang sudah 11, jumlahnya kurang lebih 1.100 rekening. Kalau kemudian kita transfer, pasti akan menimbulkan persoalan di lapangan,” jelas Pramono.

Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Foto: dok. jakarta.go.id

Faktor kedua, yakni KTP penerima KJMU yang tidak sinkron. Menurut Pramono, terdapat beberapa data penerima KJMU yang tidak sesuai jenis kelamin, usia, serta tanggal lahirnya.

Faktor ketiga, yaitu pembaruan desil yang menyebabkan perhitungan menjadi berbeda. “Dan angkanya juga cukup besar, termasuk kemudian kita temukan adanya RT, RW, Kelurahan, Kecamatan yang tidak sesuai,” papar Pramono.

Dia mengungkapkan penerima baru yang belum mempunyai rekening KJP sebanyak 14.554 penerima dan KJMU 6.587 penerima. Sedangkan, penerima baru dengan NIK di luar Jakarta 2.155 penerima. 

(Achmad Zulfikar Fazli)