Wamendagri: PSEL Bogor Solusi Penanganan 4.000 Ton Sampah Harian

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. Foto: Dok. Tangkapan layar.

Wamendagri: PSEL Bogor Solusi Penanganan 4.000 Ton Sampah Harian

Fachri Audhia Hafiez • 17 September 2026 14:41

Bogor: Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya disebut menjadi solusi dalam mengurai persoalan 4.000 ton sampah harian. Ribuan ton sampah tersebut juga berdampak langsung pada potensi banjir di Jakarta.

"Total mungkin sekitar bisa sampai 4.000 ton sampah per hari dari dua daerah ini yang sulit diselesaikan secara total. Karena Bogor Raya ini menjadi kota favorit para wisata dan sampah yang ada di Bogor ini dampaknya juga bagi banjir di Jakarta," ujar Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto saat menghadiri groundbreaking PSEL Bogor dikutip dari tayangan Youtube Metro TV, Kamis, 17 September 2026.
 


Bima menekankan bahwa peletakan batu pertama ini merupakan awal dari komitmen bersama. Pihaknya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk memastikan ekosistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir berjalan beriringan.

"Namun tentunya groundbreaking ini bukan fase akhir, it is only the beginning, ini hanya awal saja. Kita berharap tentu Pak Wali Kota, Pak Bupati bisa memastikan ekosistem di hulu dan di hilir berjalan dengan baik. Memastikan suplai sampahnya, distribusinya, dukungan dari warga, perizinannya, hingga tata kelolanya," jelas Bima.


Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. Foto: Dok. Tangkapan layar.

Ia mengapresiasi arahan cepat Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan yang mendorong akselerasi proyek ini. Mantan Wali Kota Bogor tersebut juga menegaskan kesiapan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memfasilitasi serta mengurai hambatan (bottlenecking) jika ditemukan kendala regulasi maupun koordinasi di lapangan. 

"Insya Allah Kementerian Dalam Negeri siap untuk memfasilitasi apabila ada bottlenecking, apabila ada persoalan terkait dengan hal-hal itu," ujar Bima.

Bima berharap fasilitas PSEL di Bogor ini dapat berjalan lancar hingga mampu menjadi benchmarking atau tolok ukur pengelolaan sampah berbasis teknologi bagi kota-kota besar di Indonesia. Langkah ini demi mewujudkan kawasan yang bersih dan sehat.

(Fachri Audhia Hafiez)