Purbaya Perkirakan Penerimaan Pajak Januari 2026 Tumbuh 30%

Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M.

Purbaya Perkirakan Penerimaan Pajak Januari 2026 Tumbuh 30%

Ade Hapsari Lestarini • 3 February 2026 20:41

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan penerimaan pajak pada Januari 2026 tumbuh sebesar 30 persen.

"Angka yang baru kami terima tadi, pajak Januari net tumbuh 30 persen dibanding tahun lalu (2025)," kata Purbaya kepada wartawan, dilansir Antara, Selasa, 3 Februari 2026.

Ia mengatakan, pertumbuhan itu mengindikasikan kinerja positif penerimaan pajak pada awal tahun, yang juga turut mencerminkan performa perekonomian nasional yang baik.

Dalam paparannya pada kegiatan Indonesia Economic Summit (IES) 2026, Purbaya mengatakan akan menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih rendah dari rekor 2025 sebesar 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
 



Menurut dia, perekonomian Indonesia pada tahun lalu bergerak melambat, di mana tren penurunan terlihat sejak 2024. Untuk meredam tekanan, pemerintah mengambil kebijakan countercyclical seperti memperluas kebijakan fiskal serta memberikan stimulus ekonomi.

"Kami sukses menciptakan pembalikan arah ekonomi, dan pada saat yang sama menjaga level tiga persen. Itu membutuhkan keahlian," tambah dia.

Ke depan, ia mengatakan akan memastikan tak akan melewati ambang batas defisit APBN sebesar tiga persen. Dia berencana menggunakan berbagai instrumen ekonomi untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat.

"Kami tetap akan menggunakan APBN untuk mendorong pertumbuhan, tapi kami paham batasnya," ujar dia.


Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: dok MI/Susanto.
 

Defisit ABPN


Berdasarkan realisasi sementara APBN 2025, defisit fiskal tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari PDB per 31 Desember 2025.

Realisasi sementara pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun. Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp2.217,9 triliun, terdiri atas penerimaan pajak tercatat sebesar Rp1.917,6 triliun atau setara 87,6 persen dari target Rp2.189,3 triliun.

Selanjutnya, penerimaan kepabeanan dan cukai terserap senilai Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target Rp301,6 triliun. Sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat mencapai Rp534,1 triliun dan hibah tercatat sebesar Rp4,3 triliun.

Adapun pendapatan negara pada postur APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp3.153,58 triliun, terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp2.693,71 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp459,2 triliun, dan hibah Rp666,27 miliar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)