Trump Sebut Akan Bahas Hampir Semua Isu dengan Xi Jinping di Gedung Putih

Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing. (Xinhua)

Trump Sebut Akan Bahas Hampir Semua Isu dengan Xi Jinping di Gedung Putih

Willy Haryono • 14 September 2026 07:55

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana membahas “hampir semua isu” dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pertemuan mereka di Gedung Putih pada 24 September mendatang.

Trump mengatakan sejumlah isu akan menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, mulai dari perdagangan dan industri otomotif hingga Boeing, perang di Ukraina, konflik Gaza, kecerdasan buatan (AI), serta kapasitas produksi pertahanan AS.

Berbicara kepada wartawan pada Minggu, 13 September 2026, Trump juga membela kebijakan tarif pemerintahannya terhadap kendaraan asal Tiongkok.

Trump mengklaim kebijakan tersebut telah membuat mobil-mobil Tiongkok tidak masuk ke pasar AS. Dia menunjuk pada tarif yang dikenakan terhadap kendaraan Tiongkok yang disebutnya berkisar antara 100 hingga 150 persen.

“Saya yang membuat mereka tetap berada di luar,” kata Trump, dikutip dari Anadolu Agency.

Trump kemudian membandingkan kebijakan AS dengan kondisi di Eropa. Menurut dia, industri otomotif Eropa tengah “dihancurkan” oleh masuknya kendaraan buatan Tiongkok.

Ketika ditanya apakah dia memperkirakan dapat mencapai kesepakatan dengan Tiongkok terkait pembelian pesawat Boeing, Trump menyatakan optimistis.

“Saya mendapatkan setiap kesepakatan,” ujarnya.

Trump Tanggapi Isu Spionase Tiongkok

Trump juga ditanya mengenai laporan yang menyebut entitas Tiongkok kemungkinan memberikan citra satelit kepada Iran terkait pangkalan udara AS dan negara-negara sekutunya di Yordania.

Trump mengatakan aktivitas intelijen merupakan hal yang juga dilakukan AS terhadap Tiongkok. “Mereka melakukan apa yang kami lakukan,” ujar Trump.

“Ketika mereka mengatakan Tiongkok memata-matai kami, saya katakan, Anda benar, dan kami juga memata-matai mereka,” lanjutnya.

Pertemuan Trump dan Xi pada 24 September akan menjadi momentum penting bagi hubungan AS-Tiongkok yang dalam beberapa tahun terakhir diwarnai persaingan perdagangan, teknologi, keamanan, dan geopolitik.

Isu tarif menjadi salah satu persoalan utama dalam hubungan kedua negara. Pemerintahan Trump sebelumnya menerapkan berbagai tarif terhadap produk Tiongkok sebagai bagian dari kebijakan perdagangan yang bertujuan menekan defisit perdagangan AS dan melindungi industri domestik.

Baca juga: Xi Jinping Serukan BRICS Jaga Rantai Pasok Global di Tengah Perang AS-Iran

(Willy Haryono)