Seseorang tengah berjalan di depan gedung Bank of Japan. Foto: Xinhua/Zhang Xiaoyu.
Inflasi Inti Jepang Stabil, BOJ Berpeluang Kerek Suku Bunga
Husen Miftahudin • 11 September 2026 17:21
Tokyo: Inflasi konsumen inti Jepang diperkirakan tetap stabil pada Agustus. Dampak kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah diimbangi oleh subsidi pemerintah, berdasarkan jajak pendapat Reuters terhadap ekonom.
Melansir CNA, Jumat, 11 September 2026, consumer price index (CPI) inti nasional Jepang, mencakup komponen energi tetapi tidak termasuk harga makanan segar, diperkirakan naik 1,8 persen pada Agustus dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut jajak pendapat terhadap 16 ekonom, angka tersebut sama dengan Juli dan tetap di bawah target inflasi dua persen Bank of Japan (BOJ).
"Kenaikan harga minyak mentah dan nafta semakin berdampak pada kenaikan harga konsumen, terutama untuk kebutuhan sehari-hari, yang akan mendorong inflasi naik," ungkap analisis Mizuho Research Institute, Ryohei Ikeda.
Ia melanjutkan, "Namun, subsidi untuk tagihan listrik dan gas akan bertindak sebagai faktor yang mendorong inflasi turun."

(Ilustrasi ekonomi Jepang. Foto: Freepik)
Melansir CNA, Jumat, 11 September 2026, consumer price index (CPI) inti nasional Jepang, mencakup komponen energi tetapi tidak termasuk harga makanan segar, diperkirakan naik 1,8 persen pada Agustus dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut jajak pendapat terhadap 16 ekonom, angka tersebut sama dengan Juli dan tetap di bawah target inflasi dua persen Bank of Japan (BOJ).
"Kenaikan harga minyak mentah dan nafta semakin berdampak pada kenaikan harga konsumen, terutama untuk kebutuhan sehari-hari, yang akan mendorong inflasi naik," ungkap analisis Mizuho Research Institute, Ryohei Ikeda.
Ia melanjutkan, "Namun, subsidi untuk tagihan listrik dan gas akan bertindak sebagai faktor yang mendorong inflasi turun."

(Ilustrasi ekonomi Jepang. Foto: Freepik)
Harga grosir tetap tinggi
Data yang dirilis pada Jumat menunjukkan harga grosir Jepang tetap tinggi pada Agustus. Harga tersebut naik 7,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan biaya bahan bakar dan harga impor akibat pelemahan yen turut menambah tekanan harga terhadap perekonomian. Harga minyak naik pada Jumat dan kedua harga patokan utama diperkirakan akan mengakhiri pekan di atas USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak pertengahan Mei.
Para analis yang disurvei Reuters memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga menjadi 1,25 persen dalam pertemuan selama dua hari, yang berakhir pada Jumat depan.
Perkiraan tersebut muncul di tengah kekhawatiran yang masih berlanjut mengenai meluasnya tekanan harga dan pelemahan yen. (Natasya Dwi Putri)