Wapres: Digitalisasi Harus Sejalan dengan Pemerataan Tenaga Pendidik

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming saat berdialog dengan perwakilan Forum Ukhuwah Mahasiswa Sumatera (Fumas) di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). ANTARA/HO-Sekretariat Wakil Presiden

Wapres: Digitalisasi Harus Sejalan dengan Pemerataan Tenaga Pendidik

Achmad Zulfikar Fazli • 23 February 2026 22:53

Jakarta: Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, mengarahkan agar transformasi digital harus sejalan dengan pemerataan tenaga pendidik di Indonesia. Hal itu disampaikan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), berdasarkan hasil audiensi Wapres dengan perwakilan Forum Ukhuwah Mahasiswa Sumatra (Fumas) di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Senin, 23 Februari 2026.

Dalam keterangan tersebut dijelaskan, pertemuan ini membahas penguatan sumber daya manusia (SDM) digital sekaligus menyoroti pentingnya pemerataan tenaga pendidik sebagai fondasi transformasi teknologi nasional.

"Audiensi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kualitas SDM melalui perluasan akses pendidikan dan penguasaan teknologi di seluruh wilayah Tanah Air," ujar Wapresi dikutip dari keterangan Setwapres, dilansir dari Antara, Senin, 23 Februari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Wapres menyatakan dukungannya terhadap berbagai inisiatif peningkatan literasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), termasuk pengembangan kemampuan coding bagi generasi muda.

Namun, Wapres menegaskan penguatan literasi teknologi harus diiringi dengan kesiapan tenaga pendidik yang memadai dan merata.
 

Baca Juga: 

Disrupsi AI Jadi Tantangan Ekosistem Informasi Nasional



Ilustrasi guru. Foto- Dok Metrotvnews.com

Sementara itu, Ketua Umum Fumas, Abdul Halim Hutabarat, mengatakan Wapres menaruh perhatian pada pemerataan guru di Indonesia, khususnya di daerah terpencil.

"Pak Wapres menyoroti kurangnya guru di daerah pelosok-pelosok negeri," ujar dia.

Oleh karena itu, kata Halim, Wapres berpesan agar penguatan literasi digital dan pendidikan kecerdasan buatan (AI) tidak terpusat di wilayah tertentu, melainkan menjangkau daerah yang masih membutuhkan perhatian khusus.

"Kita enggak fokus hanya di pulau Sumatra, tapi Bapak Wakil Presiden mengarahkan, yaitu untuk bisa dan wajibnya untuk langsung turun ke daerah-daerah," kata Halim.

Salah satunya daerah Papua yang sangat tertinggal jauh, yaitu di bidang pendidikan. Halim menambahkan Fumas memaparkan sejumlah program yang siap dikolaborasikan dengan pemerintah daerah untuk mendukung penguatan literasi AI dan pengembangan coding di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren.

"Yang sengaja kita bawa untuk pertemuan dengan Mas Gibran langsung, yaitu dengan mendukungnya perkembangan literasi AI, salah satunya, dan perkembangan coding. Itu sengaja kita support selalu dan siap berkolaborasi langsung dengan pemerintahan daerah," kata dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)