Personel gabungan mengikuti Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pacu Jalur Tepian Narosa 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. (Foto: Dok. Ist)
Pacu Jalur Tepian Narosa Dimulai, 857 Personel Gabungan Disiagakan untuk Pengamanan
Patrick Pinaria • 19 August 2026 10:59
Teluk Kuantan: Polda Riau bersama Polres Kuantan Singingi (Kuansing) memastikan kesiapan pengamanan Festival Pacu Jalur Tepian Narosa 2026. Sebanyak 857 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan perhelatan budaya masyarakat Kuansing yang dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 23 Agustus 2026.
Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pacu Jalur Tepian Narosa Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Astaka, Kabupaten Kuansing, Selasa, 18 Agustus 2026, sore. Apel dipimpin oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H.
Sebanyak 857 personel gabungan tersebut terdiri dari 350 personel Polres Kuansing, 182 personel BKO, 60 personel TNI, 120 personel Satpol PP, 70 personel Dinas Perhubungan, serta 75 personel BPBD. Seluruh unsur tersebut disiapkan untuk mendukung pengamanan rangkaian kegiatan, pengaturan lalu lintas, pengamanan lokasi, pelayanan masyarakat, hingga penanganan situasi kontingensi.

Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi saat memimpin rangkaian Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pacu Jalur Tepian Narosa 2026. (Foto: Dok. Ist)
Kegiatan tersebut turut dihadiri Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, Karo Rena Polda Riau Kombes Pol Daniel Widya Mucharam, Dir Samapta Polda Riau Kombes Pol Syahrial M. Said, Dirpolairud Polda Riau Kombes Pol Afri Fajar Hermanto, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi, serta sejumlah pejabat utama Polda Riau lainnya.
Hadir pula Plt Bupati Kuansing H. Mukhlisin, Ketua DPRD Kuansing Juprizal, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, Dandim 0302/Inhu-Kuansing Letkol Arh. Bangun Bara Kurniawan Prabowo, unsur Forkopimda, personel TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta BPBD Kuansing.
Dalam amanatnya, Wakapolda Riau menegaskan Pacu Jalur bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan warisan budaya dan pesta rakyat yang telah menjadi identitas masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi.
Tradisi yang telah berkembang sejak berabad-abad lalu ini memiliki nilai sejarah, sosial, gotong royong, serta solidaritas, dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di sepanjang Sungai Kuantan.
"Pacu Jalur pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dari sejarah kehidupan masyarakat yang sejak dahulu memiliki keterikatan erat dengan sungai sebagai ruang kehidupan, mobilitas, interaksi sosial, sekaligus pusat perkembangan kebudayaan," demikian amanat Wakapolda Riau.
Festival Pacu Jalur 2026 sendiri telah dimulai sejak 1 Agustus. Kegiatan inti akan berlangsung selama lima hari, yakni 19 hingga 23 Agustus 2026, dengan mengusung tema 'Budaya Lestari, Ekonomi Berseri'.

Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi menyampaikan amanat dalam Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pacu Jalur Tepian Narosa 2026. (Foto: Dok. Ist)
Tema tersebut menegaskan pelestarian budaya dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan festival diharapkan memberikan manfaat tidak hanya dari sisi kebudayaan, tetapi juga bagi pelaku usaha, UMKM, serta sektor pariwisata di Kuansing.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan 857 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah.
Sinergi tersebut mencakup pengamanan di lokasi utama kegiatan, pengaturan dan rekayasa lalu lintas, pengamanan jalur kedatangan, serta kepulangan masyarakat, pelayanan kepada pengunjung, pengamanan kawasan sungai, hingga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
"Pendekatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memastikan festival dapat berlangsung secara aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati perhelatan budaya tersebut dengan rasa aman dan nyaman," tegasnya.
Selain pengamanan kegiatan masyarakat, Polda Riau juga terus memperkuat penegakan hukum terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kuansing.
Baca Juga :
HUT ke-81 RI, Ditbinmas dan Bid Humas Polda Riau Bersama Insan Pers Satukan Semangat Merah Putih
Dalam Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau bersama Polres Kuansing telah mengungkap delapan kasus dengan 17 tersangka yang beroperasi di 55 lokasi.
Penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus melindungi sumber daya alam dan lingkungan dari aktivitas pertambangan ilegal yang berpotensi menimbulkan kerusakan ekologis serta dampak sosial dan ekonomi jangka panjang.
"Pengamanan kegiatan masyarakat harus ditempatkan dalam kerangka yang lebih komprehensif, yaitu tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga melindungi sumber daya alam dan lingkungan dari aktivitas ilegal," ujarnya.
Usai apel, Wakapolda Riau juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berperan aktif dalam penertiban PETI di wilayah hukum Polres Kuansing.

Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi menyerahkan penghargaan dalam rangkaian Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pacu Jalur Tepian Narosa 2026. (Foto: Dok. Ist)
Penghargaan tersebut diberikan kepada Dirpolairud Polda Riau Kombes Pol Afri Fajar Hermanto, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, Kapolsek Cerenti AKP Peri Padli, Camat Cerenti Erialis, serta sejumlah tokoh masyarakat dan unsur Dubalang Batang Kuantan.
Apel gelar pasukan berakhir sekitar pukul 17.05 WIB. Dengan kekuatan 857 personel gabungan, serta dukungan lintas instansi, Polda Riau memastikan masyarakat dan wisatawan dapat menyaksikan kemeriahan Pacu Jalur Tepian Narosa 2026 dengan aman dan nyaman.
Pengamanan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi budaya Kuansing tetap lestari, serta mendorong festival tersebut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.