Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Hashir. Dokumentasi/Humas PP Muhammadiyah
Haedar Nashir: Idulfitri Momentum Perkuat Persaudaraan dan Kepedulian Lintas Batas
Ahmad Mustaqim • 20 March 2026 07:43
Yogyakarta: Persyarikatan Muhammadiyah telah merayakan Idulfitri hari ini Jumat, 20 Maret 2026. Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan Idulfitri sebagai hari besar umat Islam ini dijadikan momen untuk berbagi, peduli, dan membangun persaudaraan yang melintasi batas.
Menurut Haedar, membangun kepedulian dan penguatan jaringan sosial ini tidak hanya dilakukan di tingkat nasional. Secara luas, hal itu juga dilakukan pada tingkat global, seperti untuk saudara di Palestina, Iran, dan di berbagai belahan bumi lainnya yang membutuhkan uluran tangan.
"Memberi adalah panggilan dari semangat keislaman kita untuk siapa pun tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, golongan, dan bangsa. Dan itulah yang harus kita hidupkan setelah bulan Ramadan," ujar Haedar di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2026.
Haedar menekankan jejak Ramadan yang perlu diawetkan oleh muslim adalah kemampuan menahan amarah. Meski marah melekat pada setiap manusia, namun menjadi pemarah hingga sikap berlebihan harus dieliminasi.
Ia juga mengingatkan pentingnya memberi maaf kepada siapa pun. Sebaliknya, seorang muslim yang baik harus berjiwa besar untuk meminta maaf ketika dirinya berbuat salah. Dengan demikian, puasa yang dijalankan selama Ramadan dapat berdampak positif pada kehidupan kolektif maupun pribadi.
"Di bulan Syawal, ketika kaum muslimin memulai satu Syawal sebagai hari pertama beridulfitri dan sekaligus memulai hari baru, maka kebiasaan yang sangat baik adalah bersilaturahmi," katanya.

Ribuan warga Muhammadiyah mengikuti Salat Idulfitri 1447 H di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo pada Jumat, 20 Maret 2026
Haedar mengungkapkan silaturahmi sebagai ruang bersama untuk memperbaiki kualitas hubungan kemanusiaan di level keluarga, masyarakat, bahkan antarbangsa. Menurutnya, rusaknya kemanusiaan sering disebabkan hancurnya hubungan yang melintas batas.
Ia menambahkan, membangun persaudaraan yang melintas ini harus didasarkan pada Al Maidah ayat 2, yaitu membangun persaudaraan dan bekerja sama untuk kebaikan dan ketakwaan, bukan bekerja sama dalam keburukan dalam kehidupan antarmanusia.
"Dari sinilah pentingnya kita membangun persaudaraan. Persaudaraan yang melintas batas, baik sesama iman maupun dengan seluruh anak bangsa dan siapa pun yang ada," ujarnya.