Kilau Harga Emas Dunia Dicuri Lagi, Minyak dan Dolar AS Digdaya

Emas batangan. Foto: dok MIND ID.

Kilau Harga Emas Dunia Dicuri Lagi, Minyak dan Dolar AS Digdaya

Husen Miftahudin • 12 March 2026 08:59

Chicago: Harga emas dunia kembali mengalami penurunan setelah sempat naik pada perdagangan Rabu. Mengutip Investing.com, Kamis, 12 Maret 2026, logam kuning tersebut turun di bawah USD5.200 per ons karena perang Iran mendorong harga minyak dan dolar.

Harga emas turun dalam perdagangan Asia pada Kamis, kembali ke kisaran perdagangan yang terlihat selama lebih dari seminggu karena sedikit tanda-tanda de-eskalasi dalam perang AS-Israel dengan Iran memicu aliran dana ke minyak dan dolar.

Meskipun harga emas batangan terus berfluktuasi antara level USD5.000-USD5.200 per ons, harganya masih relatif tinggi, karena kekhawatiran atas perang membuat permintaan akan aset safe haven tetap ada.

Adapun, harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini, turun 0,4 persen menjadi USD5.154,46 per ons. Sementara harga emas berjangka sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, turun 0,4 persen menjadi USD5.159,40 per ons.

Pelemahan harga emas terjadi karena permusuhan yang berkelanjutan antara AS, Israel, dan Iran membuat fokus pasar tertuju sepenuhnya pada dolar dan minyak. Harga minyak melonjak tajam pada Kamis dini hari setelah laporan media mengatakan dua kapal tanker minyak internasional telah ditabrak di dekat Irak.
 

Baca juga: Geopolitik Timur Tengah Bayangi Harga Emas dan Minyak 2026


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Pasar khawatir harga minyak kerek tingkat inflasi


Harga minyak yang lebih tinggi membuat pasar sebagian besar berada dalam kondisi tegang terkait kenaikan inflasi jangka panjang. Hal ini kemudian memicu kekhawatiran akan kebijakan bank sentral yang lebih agresif dalam beberapa bulan mendatang, sebuah skenario yang berdampak buruk bagi emas.

Harga emas batangan sempat menembus angka USD5.200 per ons pada Rabu, tetapi kembali turun di bawah level tersebut setelah rilis data inflasi indeks harga konsumen AS . Meskipun angka tersebut sesuai dengan ekspektasi, hal itu memicu kekhawatiran tentang peningkatan tekanan harga di masa depan yang didorong oleh sektor energi.

Logam mulia lainnya mengalami penurunan pada Kamis. Harga perak spot turun 0,2 persen menjadi USD85,5635 per ons, sementara harga platinum spot turun 0,1 persen menjadi USD2.167,26 per ons.

Sinyal yang beragam mengenai konflik Iran juga memicu pergerakan naik turun yang tajam di pasar logam pekan ini. Presiden AS Donald Trump dan pejabat lainnya berulang kali menegaskan perang Iran hampir berakhir, meskipun permusuhan terus berlanjut antara AS, Israel, dan Iran.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)