Putin Mengakui Serangan Ukraina Sebabkan Kekurangan Bahan Bakar di Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Anadolu Agency)

Putin Mengakui Serangan Ukraina Sebabkan Kekurangan Bahan Bakar di Rusia

Willy Haryono • 29 June 2026 14:29

Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui serangan berulang Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia telah menyebabkan kekurangan bahan bakar di negaranya. Meski demikian, Putin menegaskan kondisi tersebut belum berada pada tingkat yang kritis.

Dalam wawancara yang dipublikasikan Kremlin pada Minggu, 28 Juni 2026, Putin mengatakan serangan terhadap infrastruktur penting, khususnya fasilitas energi, memang menimbulkan masalah bagi Rusia. "Saat ini kami memang mengalami kekurangan tertentu, tetapi kondisinya belum kritis," ujar Putin, dikutip dari media India Today, Senin, 29 Juni 2026.

Putin menyebut pemerintah kini memprioritaskan penguatan sistem pertahanan udara serta menjaga pasokan bahan bakar, terutama di Krimea yang dianeksasi Rusia pada 2014. Pada Jumat, 26 Juni 2026, otoritas Krimea menetapkan status darurat setelah serangan Ukraina memicu gangguan pasokan bahan bakar dan listrik.

Dalam pidatonya di Kongres Partai Rusia Bersatu, Putin menegaskan Rusia akan terus merespons meningkatnya serangan Ukraina di wilayahnya. Ia mengatakan pemerintah akan memastikan keamanan negara, melindungi warganya, serta menjaga keutuhan perbatasan Rusia.

Pernyataan Putin disampaikan setelah serangan pesawat nirawak Ukraina menewaskan satu orang dan memicu kebakaran di sebuah kilang minyak di Wilayah Krasnodar. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan serangan itu merupakan bagian dari upaya melemahkan kemampuan Rusia untuk melanjutkan perang.

Ukraina juga mengklaim berhasil menyerang kilang minyak Slavyansk di Krasnodar serta fasilitas lain di Wilayah Yaroslavl. Kyiv menyatakan serangan terhadap fasilitas industri dan energi Rusia merupakan balasan atas serangan Rusia terhadap warga sipil dan infrastruktur energi Ukraina sejak invasi skala penuh dimulai pada Februari 2022.

Putin juga mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa Ukraina pernah mengusulkan penghentian serangan jarak jauh dan pembatasan konflik di empat wilayah yang diklaim dianeksasi Rusia, yakni Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.

Namun, ia menolak usulan tersebut karena menilai langkah itu akan memberi kesempatan bagi Ukraina untuk memperkuat posisi militernya. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Ukraina Hantam Dua Kilang Minyak Rusia dengan Senjata Jarak Jauh

(Willy Haryono)