Harga Emas Merangkak Naik, Tapi Masih di Bawah USD5.000

Ilustrasi emas batangan. Foto: goldmarket.fr

Harga Emas Merangkak Naik, Tapi Masih di Bawah USD5.000

Husen Miftahudin • 19 February 2026 08:49

Chicago: Harga emas dunia tetap di bawah ambang batas USD5.000 pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Investor menunggu rilis risalah pertemuan Federal Reserve periode Januari untuk mendapatkan panduan lebih lanjut tentang prospek suku bunga AS.
 
Mengutip Yahoo Finance, Kamis, 19 Februari 2026, harga emas berjangka sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, naik 0,9 persen menjadi USD4.949,60 per troy ons.
 
Sementara harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini, tetap stabil di USD4.930,63, setelah mencapai terjun ke level USD4.862 per ons pada sesi sebelumnya, level terendah dalam lebih dari seminggu.
 
"Harga emas mendapatkan dukungan di atas USD4.850 hari ini. Ini adalah pemantulan teknis setelah harga turun pada sesi sebelumnya karena meredanya ketegangan geopolitik," kata Ajay Kedia, direktur di Kedia Commodities.
 

Baca juga: Harga Emas Turun 2,47% di Pasar Dunia, Ini Penyebabnya


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Fed bakal pangkas suku bunga

 
Pasar juga fokus pada laporan pengeluaran konsumsi pribadi AS untuk periode Desember 2025, yang akan dirilis pada Jumat, yang diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang arah suku bunga tahun ini.
 
Pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga pada Juni mendatang. Emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil biasanya diuntungkan dari lingkungan suku bunga yang lebih rendah.
 
Presiden Federal Reserve Chicago Austin Goolsbee mengatakan bank sentral dapat menyetujui beberapa pemotongan suku bunga lagi tahun ini jika inflasi kembali menurun menuju target dua persen.
 
Namun, Gubernur Fed Michael Barr mengatakan penurunan suku bunga lainnya mungkin akan terjadi di masa mendatang, dengan alasan adanya risiko berkelanjutan terhadap prospek inflasi AS.
 
"Saya memperkirakan reli akan tetap terbatas dan para investor optimis akan mendukung aksi jual, yang seharusnya membuat harga emas tetap berada di kisaran USD4.700 sampai USD5.100 dalam jangka pendek," kata Matt Simpson, analis senior di StoneX.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)