Ilustrasi sampah. Foto: Dok. Antara.
Atasi Darurat Sampah Jakarta, Pramono Pacu Pembangunan PLTSa
Aris Setya • 2 April 2026 17:24
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai solusi permanen penanganan sampah di Ibu Kota. Langkah ini diambil guna mencegah terulangnya penumpukan sampah di berbagai titik akibat kendala teknis di TPST Bantargebang.
"Ini dampak dari zona 4A yang longsor. Selama itu tidak bisa diangkut. Tapi dalam 3-4 hari ini sudah mulai diangkut lagi. Termasuk tadi malam sampai tengah malam," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Pramono menjelaskan bahwa gangguan di zona 4A TPST Bantargebang sempat menghambat mobilitas truk sampah selama 10 hingga 12 hari. Namun, saat ini operasional telah kembali normal dengan tambahan 20 truk dari Dinas Lingkungan Hidup untuk mempercepat pengangkutan sampah yang sempat tertahan di Tanjung Priok hingga Pasar Induk Kramat Jati.
Menanggapi kritik DPRD DKI Jakarta, Pramono menegaskan telah menyurati sejumlah kementerian terkait rencana pembangunan PLTSa di dua lokasi strategis, yakni Bantargebang dan Tunjungan. Selain itu, proyek PLTSa Sunter yang sempat tertunda kini dipastikan berlanjut.
"Kapasitasnya antara 3.000 sampai 4.000 ton per hari. Proyek PLTSA Sunter yang sebelumnya tertunda juga sudah bisa dilanjutkan kembali," tegasnya.
Pramono memproyeksikan, jika seluruh infrastruktur PLTSa ini beroperasi, Jakarta akan memiliki kapasitas pengolahan hingga 10.000 ton per hari. Angka tersebut melampaui rata-rata produksi sampah harian Jakarta yang berada di kisaran 7.500 ton.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.
"Kalau semua ini berjalan sesuai rencana, persoalan sampah di Jakarta secara otomatis akan tertangani," lanjut Pramono.
Terkait fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Pramono menyebut fasilitas tersebut sudah berfungsi optimal meski belum dilakukan seremoni peresmian. Saat ini, RDF Rorotan telah mampu mengolah rata-rata 700 ton sampah per hari.
"Saya ini bukan yang terlalu suka meresmikan. Yang penting jalan. Sekarang commissioning, rata-rata 700 ton per hari," jelas Pramono.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com