Menteri Perdagangan Budi Santoso. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti
Mendag Ungkap Penyebab Harga Daging Sapi Tembus Rp142 Ribu/Kg
Nattasya Amani Vrazeti • 12 August 2026 16:03
Jakarta: Menteri Perdagangan Budi Santoso mendesak para importir untuk segera mempercepat realisasi impor daging sapi yang saat ini masih di bawah 50 persen. Rendahnya angka impor tersebut memicu lonjakan harga daging sapi di sejumlah daerah hingga menyentuh Rp140 ribuan per kilogram.
Budi menegaskan pemerintah telah menerbitkan seluruh kuota dan izin impor yang diperlukan melalui skema Neraca Komoditas sehingga tidak ada alasan bagi para importir untuk menunda eksekusi di lapangan.
“Realisasi impornya sekarang masih di bawah 50 persen, rata-rata 40 persen. Jadi kami minta untuk segera merealisasikan impornya karena waktu itu kan sudah dapat kuota waktu Neraca Komoditas. Izin semua juga langsung kita keluarkan, tapi realisasinya memang masih mendekati 50 persen,” ujar Budi di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Agustus 2026.
Budi menjelaskan rata-rata harga daging sapi secara nasional dalam SP2KP kini mencapai Rp142 ribu per kilogram meski di beberapa daerah harganya bisa lebih tinggi akibat kendala distribusi.
“Ya, kalau teman-teman lihat rata-rata nasionalnya kan Rp142 ribu, rata-rata nasionalnya kalau di SP2KP. Memang ada di daerah tertentu itu yang lebih tinggi, terutama yang jangkauan distribusinya mungkin tidak semudah di daerah lain ya,” ujar dia.

(Ilustrasi daging sapi. Foto: Dok MI)
Opsi impor daging sapi dari Australia
Ia menuturkan pemerintah telah meminta para importir untuk segera mencari sumber atau pemasok dari luar negeri yang harganya lebih murah demi menutup tingginya harga daging domestik.“Jadi memang salah satunya faktor ya biaya ya, biaya yang biaya apa namanya impor yang naik. Jadi sekarang sebagian lagi nyari produk daging sapi yang tentu apa namanya, biayanya enggak terlalu mahal. Tapi mereka teman-teman bilang siap untuk segera menambah realisasi impornya,” kata dia.
Lebih lanjut, Budi menambahkan opsi impor dari negara luar seperti Australia dan beberapa negara lainnya serta pengoptimalan kuota daging juga terus diupayakan untuk menekan tingkat harga di pasar domestik.
“Selama ini kebanyakan dari Australia. Tapi kita sedang mencoba dari beberapa negara yang bisa memasok, termasuk mungkin kita itu juga sebenarnya ada kuota untuk daging kerbau juga kan ya. Itu kan juga relatif lebih murah, itu realisasinya juga belum banyak. Jadi nanti kita akan upaya semua realisasi impor daging baik sapi maupun kerbau ini segera terealisasi,” imbuh dia.
Untuk menangani hal tersebut, Kemendag berencana menggelar rapat evaluasi bersama para importir guna memastikan percepatan pasokan daging ke dalam negeri dapat segera berjalan.
“Jadi kemarin ada yang sudah langsung dihubungi ya karena kita kan sudah biasa kenal itu ya para importirnya. Terus Zoom juga, nanti juga mungkin 1-2 hari ini lagi kita jadwalkan lagi untuk rapat bareng ya. Jadi kendalanya di mana, maksudnya kenapa realisasinya misalnya baru,” tutur Budi.