Ilustrasi umrah. Foto: dok Istimewa.
Biro Umrah di Jepara Terancam Rugi Miliaran Rupiah Imbas Konflik Timur Tengah
Rhobi Shani • 4 March 2026 13:00
Jepara: Konflik yang terjadi di Timur Tengah membuat pemerintah mengimbau jemaah umrah Indonesia yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda perjalanan mereka. Imbasnya, biro umrah di Jepara, Jawa Tengah, berpotensi rugi miliaran rupiah.
Direktur PT Buroq Haji dan Umrah, Haizul Ma'arif, menuturkan bironya memiliki dua jadwal pemberangkatan umrah pada waktu terdekat, yakni tanggal 22 Maret dan 31 Maret 2026. "Posisi pesawatnya sudah kita bayar lunas, hotelnya juga sudah lunas begitupun visanya. Mudah-mudahan masih bisa berangkat," ungkap Haiz di Jepara, Rabu, 4 Maret 2026.
Haiz menuturkan, ada 15 calon jemaah umrah yang rencananya berangkat pada 22 Maret 2026. Sementara 45 orang lainnya dijadwalkan berangkat pada 31 Maret 2026 melalui biro PT Buroq Haji dan Umrah.
Ia membeberkan, potensi kerugian bisa mencapai Rp2,5 miliar jika kedua jadwal umrah tersebut dibatalkan akibat eskalasi situasi yang belum membaik. "Mudah-mudahan lancar. Kalau dihitung bulan ini tidak jadi terbang, ya, ada sekitar Rp2,5 miliar," ujar Haiz.
Terkait imbauan penundaan keberangkatan umrah, Haiz menyebutkan hal itu akan berdampak besar bagi biro umrah. Pasalnya, maskapai penerbangan atau pihak yang sudah dibayar penuh akan cuci tangan, dengan alasan bahwa situasi perang membuat mereka tidak bisa mengembalikan pembayaran.
"Wakil Menteri Haji kemarin mengimbaukan untuk ditunda, tapi tidak semudah itu penundaan umrah. Masukan untuk Kementerian Haji misal penerbangan masih aman dan bisa terbang ya tetap diberangkatkan. Kami yakin di Tanah Suci masih aman," ungkap Haiz.

Ilustrasi umrah. (Foto. MI)
Ia menambahkan, jemaah umrah yang akan berangkat ke Tanah Suci sebetulnya telah diasuransikan. Namun karena situasi perang, asuransi itu tidak dapat diklaim.
Meski begitu, Haiz masih yakin dan optimis jadwal umrah yang akan dipandu PT Buroq Haji dan Umrah tetap berjalan lancar dan aman.
Hingga saat ini, masih ada 21 jemaah umrah asal Jepara yang berada di Madinah. Mereka berangkat pada 28 Februari 2026 dan dijadwalkan pulang 9 Maret 2026.