Gunakan Paspor Belgia Palsu, Satu Keluarga WN Irak Diusir dari Bali

Kantor Imigrasi Ngurah Rai di Kabupaten Badung, Bali, mendeportasi satu keluarga yang terdiri dari tiga orang warga negara asing (WNA) asal Irak karena menggunakan paspor palsu, Selasa, 3 Maret 2026. ANTARA/HO-Imigrasi Ngurah Rai

Gunakan Paspor Belgia Palsu, Satu Keluarga WN Irak Diusir dari Bali

Silvana Febiari • 3 March 2026 22:55

Badung: Kantor Imigrasi Ngurah Rai di Kabupaten Badung, Bali, mendeportasi satu keluarga yang terdiri dari tiga orang warga negara (WN) Irak. Mereka dipulangkan setelah kedapatan menggunakan paspor palsu dari Belgia.

"Kami uji di laboratorium forensik keimigrasian sehingga terdeteksi palsu," kata Kepala Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan, dikutip dari Antara, Selasa, 3 Maret 2026. 

Pengungkapan kasus ini berawal dari kejelian petugas yang mencurigai profil dan dokumen paspor tiga WNA, yakni suami istri beserta anaknya yang masih balita. Kecurigaan muncul sesaat setelah mereka mendarat di Bandara Ngurah Rai pada pukul 21.50 WITA, Sabtu, 28 Februari 2026.
 


Mereka menumpangi pesawat Emirates Airlines EK-368 dari Dubai. Saat itu, ruang udara masih terbuka karena konflik Timur Tengah belum meluas. Ketiganya kemudian dibawa ke ruang detensi di Kantor Imigrasi Ngurah Rai di Jimbaran, Kabupaten Badung, untuk diselidiki.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Imigrasi Ngurah Rai, mereka mengaku menggunakan paspor palsu agar bisa mengunjungi negara-negara di Eropa karena paspor Irak sulit diterima di Benua Biru. Dari penelusuran sistem pusat data keimigrasian dan jaringan keamanan internasional, ketiganya juga tidak tercatat dalam daftar cekal maupun daftar Interpol.


Ilustrasi. Foto: Dok istimewa


Setelah didetensi tiga hari dan melengkapi pemeriksaan serta kesiapan finansial, ketiga WN Irak itu dideportasi melalui Bandara Ngurah Rai menuju Kuala Lumpur. Imigrasi Ngurah Rai akan meningkatkan pengawasan menyusul modus WNA tersebut yang menjadi peringatan menyusul konflik di Timur Tengah.

"Hal ini bisa sangat mungkin terjadi ke depannya sebagai bentuk eksodus besar-besaran warga negara dari negara konflik Timur Tengah untuk memasuki negara lain yang dianggap aman dengan berbagai cara," imbuhnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)