Penyaluran Kredit Bank Capai Rp8.557 Triliun di Januari 2026, Naik Nyaris 10%

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KEPB) OJK Dian Ediana Rae. Foto: dok OJK.

Penyaluran Kredit Bank Capai Rp8.557 Triliun di Januari 2026, Naik Nyaris 10%

Husen Miftahudin • 4 March 2026 10:41

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit perbankan pada Januari 2026 mencapai Rp8.557 triliun atau tumbuh sebesar 9,96 persen year on year (yoy) dan lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2025 yang tumbuh 9,63 persen yoy.

"Kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KEPB) OJK Dian Ediana Rae di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 4 Maret 2026.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 22,38 persen (yoy), diikuti oleh kredit konsumsi 6,58 persen (yoy). Sedangkan, kredit modal kerja tercatat tumbuh 4,13 persen (yoy).

Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 16,07 persen (yoy). Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh sebesar 13,43 persen (yoy).

Porsi produk kredit buy now pay later (BNPL) perbankan tercatat sebesar 0,32 persen. Per Januari 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh 20,15 persen yoy menjadi Rp27,1 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 31,23 juta.
 

Baca juga: OJK Minta Perbankan hingga Pasar Modal Antisipasi Dampak Rambatan Konflik di Timur Tengah


(Ilustrasi logo OJK. Foto: dok MI)
 

Tabungan masyarakat di bank (DPK) capai Rp10.076 triliun


Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 13,48 persen (yoy) menjadi Rp10.076 triliun, dengan giro, deposito dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 19,75 persen, 12,61 persen, dan 8,27 persen (yoy).

Likuiditas industri perbankan pada Januari 2026 tetap memadai, dengan rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/dana pihak ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 121,23 persen dan 27,54 persen, masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

Adapun liquidity coverage ratio (LCR) berada di level 197,92 persen. Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,14 persen dan NPL net sebesar 0,82 persen.

Loan at risk (LaR) tercatat sebesar 9,01 persen. Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) sebesar 2,49 persen. Sedangkan permodalan (CAR) tercatat sebesar 25,87 persen, menjadi buffer mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)