Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.
Menkes Imbau Masyarakat Kontrol 4 Parameter Kesehatan Ini
Muhammad Iqbal Sidiq • 23 June 2026 12:10
Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membeberkan empat parameter kesehatan yang wajib dikontrol oleh masyarakat. Hal ini untuk mencegah komplikasi fatal di tengah tingginya angka kasus penyakit kritis di Indonesia.
"Penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia, nomor satu stroke, nomor dua jantung, nomor tiga kanker, nomor empat ginjal," kata Budi di sela-sela Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Sepolwan Lemdiklat Polri, Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.
Budi mewanti-wanti masyarakat untuk tidak bersikap ‘sok sehat’ dan mulai disiplin menjaga batas aman tubuh melalui empat parameter penting berikut ini:
Tekanan Darah (Tensi)
Masyarakat diimbau menjaga tekanan darah dibawah angka normal 120/80. "Kalau lebih jangan anggap enteng merasa sehat, karena nanti kena stroke tuh, meninggal tuh," ujar Budi.
Kadar Gula Darah
Batasan indikator gula darah tidak boleh melebihi angka 200 demi menghindari risiko kerusakan organ vital. "Kalau sudah 200 jangan sok sehat, nanti kena ginjal, nanti kena serangan jantung," tegas Budi.
Kadar Kolesterol (Lemak Darah)
Kadar kolesterol total di dalam tubuh harus dipastikan tetap berada di bawah angka 200. Penumpukan lemak berpotensi menyumbat aliran darah dan memicu serangan jantung.
Antisipasi Obesitas (Berat Badan Berlebih)
Masyarakat diminta menjaga berat badan ideal karena obesitas menjadi pemicu utama melonjaknya tensi dan gula darah. Menkes menyarankan agar mengimbangi dengan aktivitas olahraga.
.jpeg)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.
Pemeriksaan berkala untuk memantau empat parameter itu kini sudah bisa diakses gratis oleh masyarakat di fasilitas kesehatan terdekat. Kemenkes bersama jajaran kepolisian juga telah menjamin ketersediaan pasokan obat secara gratis.
"Datang ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit Polri sekarang sudah bisa untuk dapat obat gratis," ujar Budi.