KAI Daop 6 Yogyakarta Tutup 38 Perlintasan Sebidang sejak 2023

Penutupan perlintasan sebidang. Dokumentasi/Daop 6 Yogyakarta

KAI Daop 6 Yogyakarta Tutup 38 Perlintasan Sebidang sejak 2023

Ahmad Mustaqim • 7 May 2026 22:29

Yogyakarta: Sebanyak 38 perlintasan di wilayah Daerah Operasi 6 Yogyakarta dalam kurun waktu 2023-2026. Penutupan perlintasan sebidang itu dilakukan karena menimbulkan ancaman dan risiko keselamatan perjalanan kereta api (KA) serta pengguna jalan. 

"Penutupan perlintasan liar dilakukan karena sangat berbahaya bagi keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan raya itu sendiri. Perlintasan liar tidak memiliki pengamanan yang memadai dan berada di luar pengaturan resmi," kata Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih pada Kamis, 7 Mei 2026. 


Ilustrasi-Petugas KAI melakukan penertiban terhadap warga yang beraktivitas di jalur kereta api. Metrotvnews.com/P Aditya Prakasa

Feni mengatakan penutupan perlintasan setiap tahunnya beragam, dan tertinggi terjadi pada 2024 dan 2025. Ia merinci pada 2023 sebanyak 6 perlintasan ditutup, 2024 sebanyak 14 perlintasan, 2025 sebanyak 14 perlintasan, dan hingga Mei 2026 sebanyak 4 perlintasan. 

Data KAI Daop 6 menyebut perlintasan di Jawa Tengah mendominasi. Dari 38 perlintasan tersebut, 17 yang telah ditutup berada di berada di wilayah Wonogiri. 

"Kemudian, Solo sebanyak 4 perlintasan, Wojo 4 perlintasan, Wates 3 perlintasan, Brambanan 2 perlintasan, Sumberlawang 2 perlintasan, Sragen 2 perlintasan, Yogyakarta 2 perlintasan, Klaten 1 perlintasan, dan Palur 1 perlintasan," ujar Feni. 

Feni mengatakan di wilayah Daop 6 Yogyakarta terdapat total 292 perlintasan sebidang yang terdiri dari 97 perlintasan dijaga KAI, 29 perlintasan dijaga pemerintah daerah, 17 perlintasan dijaga pihak eksternal, 136 perlintasan tidak dijaga, dan 13 perlintasan liar. Menurut dia, perlintasan tak dijaga ke depan bakal ditutup bertahan. 

"Ke depannya, penanganan perlintasan akan dilakukan secara komprehensif, mulai dari penutupan perlintasan yang berisiko, peningkatan penjagaan dan pengawasan, hingga pemanfaatan teknologi," kata dia. 

Menurut dia, otoritas Daop 6 secara aktif menggencarkan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat. Setidaknya, hingga triwulan I 2026, tercatat sebanyak 217 kegiatan sosialisasi telah dilakukan, dengan 212 kegiatan di perlintasan sebidang dan 5 kegiatan di sekolah serta lingkungan masyarakat. 

"Kami juga menyampaikan pemahaman pengguna jalan melalui perangkat suara atau audio di 9 titik perlintasan, peningkatan kompetensi petugas penjaga perlintasan, serta melakukan monitor dan evaluasi," ucap dia. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)