Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi
Eko Nordiansyah • 8 May 2026 08:26
Houston: Harga minyak naik lebih dari dua persen dalam perdagangan Asia pada Jumat, 8 Mei 2026, setelah pasukan AS dan Iran saling baku tembak di dekat Selat Hormuz. Meskipun Presiden Donald Trump bersikeras gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan, tetap berlaku.
Dikutip dari Investing.com, harga minyak Brent berjangka yang berakhir pada Juli naik 2,1 persen menjadi USD103,37 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik 2,2 persen menjadi USD96,90 per barel.
Harga minyak turun sekitar satu persen pada perdagangan Kamis setelah sesi yang bergejolak.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
AS dan Iran saling baku tembak di dekat Hormuz
Kenaikan tersebut terjadi setelah Iran menuduh Amerika Serikat menargetkan kapal tanker minyak Iran dan kapal lain yang memasuki Selat Hormuz, serta melakukan serangan di Pulau Qeshm dan daerah pesisir terdekat.Militer AS mengatakan telah bertindak untuk membela diri setelah drone, rudal, dan kapal kecil Iran menargetkan tiga kapal perusak Angkatan Laut AS yang melintasi jalur air strategis tersebut. Washington mengatakan tidak ada aset AS yang terkena serangan.
Trump berusaha menenangkan pasar, menggambarkan konfrontasi tersebut sebagai "hanya sentuhan ringan" dan mengatakan kepada ABC News bahwa gencatan senjata dengan Iran masih berlaku. Media pemerintah Iran kemudian melaporkan kondisi telah kembali normal di daerah yang terkena dampak.
Namun demikian, para pedagang tetap waspada terhadap risiko meningkatnya konflik di sekitar Selat Hormuz, yang dilalui oleh sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG global.
Ketegangan terbaru ini menandai pelanggaran paling serius terhadap gencatan senjata rapuh yang disepakati pada April setelah konflik berminggu-minggu antara Washington dan Teheran. Upaya diplomatik yang dipimpin oleh Pakistan untuk mengamankan kesepakatan yang lebih luas masih berlangsung.
Ketegangan geopolitik juga mengangkat dolar AS dan menekan harga saham berjangka, dengan investor beralih ke aset safe-haven menjelang laporan non-farm payrolls AS yang dipantau ketat pada Jumat.