Pramono: Gerakan Pilah Sampah Serentak Tekan Beban Bantargebang

Sejumlah warga saat berkampanye untuk pilah sampah di CFD Rasuna Said, Jakarta. Foto: ANTARA/Khaerul Izan.

Pramono: Gerakan Pilah Sampah Serentak Tekan Beban Bantargebang

Fachri Audhia Hafiez • 10 May 2026 13:37

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa program pemilahan sampah dari sumbernya menjadi langkah krusial untuk mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Melalui Instruksi Gubernur, Pemprov DKI kini mewajibkan pemisahan sampah organik dan anorganik di seluruh wilayah Ibu Kota.

"Secara resmi Pemerintah Jakarta mengadakan kegiatan pilah sampah sesuai dengan instruksi gubernur. Dan kegiatan ini tidak setengah-setengah karena semuanya berjalan serentak di lima kota dan juga di Pulau Seribu untuk melakukan pilah sampah," ujar Pramono di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 10 Mei 2026.
 


Pramono meyakini, efektivitas pemilahan sampah akan mempercepat penanganan limbah di Jakarta. Dengan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, volume sampah yang dikirim ke Bantargebang diharapkan hanya berupa residu yang sudah tidak bisa diolah kembali.

"Saya meyakini kalau ini bisa berjalan berhasil. Jakarta hanya akan bisa menimbun residunya, tidak seperti sekarang. Kalau sekarang kan semuanya diangkut ke Bantargebang. Sekarang kita mulai dengan dipilah terlebih dahulu, organik dan anorganik dipisahkan," tuturnya.

Selain mengandalkan Bantargebang, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan fasilitas pendukung seperti Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan dan sejumlah TPS 3R yang tersebar di berbagai titik. Fasilitas ini berfungsi sebagai penampung sekaligus pengolah sampah agar tidak menumpuk di satu lokasi saja.

"Itulah yang akan menjadi penampung-penampung sampah. Mudah-mudahan dengan cara ini permasalahan sampah di Jakarta segera bisa teratasi dan tertangani," imbuh Pramono.


Ilustrasi - Petugas bank sampah memilah sampah yang dikumpulkan warga di Bank Sampah 58, Kebagusan, Jakarta Selatan. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/YU.

Tak hanya di level rumah tangga, pemerintah daerah juga mendorong pengelolaan sampah mandiri di kawasan pasar, meniru kesuksesan yang telah diterapkan di Pasar Induk Kramat Jati. Pramono menekankan bahwa budaya bersih merupakan syarat mutlak bagi Jakarta yang tengah bertransformasi menjadi kota global.

"Jakarta sebagai kota global berbudaya, tentunya kita akan menyambut itu. Tapi yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga Jakarta tetap bersih, terutama dari sampah. Jaga Jakarta: bersih, pilah sampah akan menjadi gerakan yang masif di Jakarta," ucap dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)