Pencarian 2 Hari, Remaja Tenggelam di Ciliwung Ditemukan Meninggal Dunia

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap remaja bernama Zafran (14) yang tercebur dan tenggelam di aliran Sungai Ciliwung. Foto: Antara.

Pencarian 2 Hari, Remaja Tenggelam di Ciliwung Ditemukan Meninggal Dunia

Gabriella Thesa Widiari • 31 July 2026 23:27

Jakarta: Pencarian terhadap Zafran, remaja berusia 14 tahun yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Ciliwung, kawasan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan.

"Korban ditemukan di dekat lokasi kejadian dengan keadaan meninggal dunia. Korban (Zafran) dibawa ke rumah," kata Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kota Jakarta Timur Rangga Bima Setiawan, dilansir dari Antara, Jumat, 31 Juli 2026.

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap Zafran  dilakukan oleh tim SAR gabungan selama dua hari.

Peristiwa naas itu bermula pada Kamis sore, 30 Juli 2026, di sekitar aliran Sungai Ciliwung, tepatnya di kawasan Jalan Fadilah hingga Jalan Radar, RT 03/RW 04, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Saat itu korban tengah berenang dan mandi bersama delapan rekannya.  

"Saat berenang, korban diduga mengalami kondisi yang membuatnya hanyut dan kemudian tenggelam. Teman korban yang menjadi saksi dalam kejadian tersebut adalah Arsyad, juga berusia 14 tahun," kata Rangga.

Dalam laporan perkembangan operasi SAR, pencarian korban melibatkan sejumlah unsur gabungan dari berbagai instansi dan organisasi SAR. Terdiri dari BPBD DKI Jakarta, Basarnas, Damkar, TNI, Polri, hingga relawan SAR.


Ilustrasi orang tenggelam. Foto: dok. Medcom.

Operasi pencarian yang memakan waktu hingga dua hari tersebut melibatkan penyisiran jalur darat dan perahu karet di sepanjang aliran sungai dengan radius hingga dua kilometer, sebelum akhirnya tubuh korban berhasil ditemukan.

"Pencarian dilakukan menggunakan perahu RB milik BPBD, serta melibatkan unsur SAR MTA, MAPALA, dan BANBOUN. Penyisiran dilakukan dengan radius kurang lebih dua kilometer dari titik lokasi kejadian hingga kawasan Kedung Gede," ucap Rangga.

Selain itu, petugas juga menggunakan perahu LCR milik Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Kalisari. Tim melakukan pencarian dengan metode blender di sekitar lokasi kejadian untuk meningkatkan peluang menemukan korban.

Setelah korban ditemukan, operasi SAR gabungan yang berlangsung selama dua hari tersebut secara resmi ditutup pada Jumat sekitar pukul 18.45 WIB.

(Gabriella Thesa Widiari)