Menteri PPPA Ajak Perempuan Jadi Agen Perubahan di Dunia Digital

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. Foto: ANTARA/HO-KemenPPPA.

Menteri PPPA Ajak Perempuan Jadi Agen Perubahan di Dunia Digital

Fachri Audhia Hafiez • 14 May 2026 10:00

Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendorong kaum perempuan untuk mengambil peran strategis sebagai agen perubahan di dunia digital. Langkah ini dinilai penting guna menciptakan ekosistem ruang siber yang sehat, aman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Arifah menekankan bahwa semangat RA Kartini harus tetap relevan dalam menghadapi tantangan era digital. Di tengah pesatnya teknologi, muncul risiko kekerasan bentuk baru seperti Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), pelecehan di media sosial, penyebaran konten intim tanpa persetujuan, hingga cyber bullying.
 


"RA Kartini adalah sosok pemberani dalam bersuara, berpikir kritis, dan memperjuangkan kemanusiaan di tengah keterbatasan akses pendidikan saat itu. Namun tantangan kita saat ini berbeda, yaitu kehadiran teknologi yang bergerak sangat cepat dan tak terbatas. Maka kita harus bergerak bersama dalam memastikan perempuan bukan hanya menjadi pengguna, melainkan sebagai pencipta dan agen perubahan di dunia digital," ujar Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam kegiatan Majelis Nyala Purnama di Makara Art Center Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, dilansir Antara, Kamis, 14 Mei 2026.

Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan secara positif, mulai dari proses bekerja, berinteraksi dalam keluarga, hingga membentuk identitas diri yang kuat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memastikan perjuangan emansipasi tetap hidup di ruang-ruang digital.

"RA Kartini telah menyalakan cahaya seabad yang lalu. Tugas kita sekarang adalah memastikan cahaya itu tetap hidup dan menyala di ruang digital. Mari kita bersama-sama menjadikan teknologi sebagai alat untuk membawa perubahan positif bagi kemajuan perempuan Indonesia," tegas dia.
 
Kementerian PPPA pun berkomitmen untuk terus mendorong keluarga, institusi pendidikan, hingga penyelenggara sistem digital untuk berkolaborasi menciptakan perlindungan bagi perempuan dan anak di dunia maya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)