Menikmati Wajah Baru Jalan Raya Bogor Tanpa Semrawut Pedagang

Kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Menikmati Wajah Baru Jalan Raya Bogor Tanpa Semrawut Pedagang

Metro TV • 3 September 2026 15:09

Jakarta: Hiruk-pikuk Jalan Raya Bogor di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, kini menghadirkan suasana berbeda. Bahu jalan yang dulunya sesak oleh deretan lapak pedagang dan area parkir liar kini terasa melonggar, menyajikan lalu lintas yang jauh lebih tertib dan lancar bagi para pengguna jalan.

“Banyak perbedaannya lah. Pengguna-pengguna jalan, utamanya pengguna jalan ini kan kendaraan lancar, enak. Kalau ada yang jualan (di jalan), mobil aja lewat cuma bisa satu. Soalnya motor-motor pada berhenti buat beli-beli, nah itu yang semrawut,” kata seorang warga setempat, David, saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Rabu, 3 September 2026.
 


David mengenang, sebelum para pedagang dipindahkan ke Lokasi Binaan (Lokbin) Pasar Ikan Kramat Jati, kawasan ini hampir tak pernah lepas dari kemacetan harian. Aktivitas bongkar muat barang dagangan hingga kendaraan pembeli yang berhenti sembarangan acap kali mengunci arus kendaraan.

“Mereka itu sebelum dagang kan turunin itu meja, pakai gerobak. Gerobak itu berhentinya di pinggir-pinggir jalan. Kebanyakan orang-orang (pembeli) juga taruh motor di jalan, langsung belanja gitu,” ujar David.

Bukan sekadar kesemrawutan lalu lintas, ceceran air dari lapak dagangan basah kerap mengubah permukaan aspal menjadi licin. Kondisi tersebut tak jarang memicu kecelakaan lalu lintas bagi para pengendara yang melintas.

“Karena memang kejadian kayak kendaraan jatuh itu, itu udah tiap hari gitu. Karena (jalanan) basah gitu,” tambah David.


Lokbin Pasar Ikan Kramat Jati. Foto: Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Nafas lega tidak hanya dirasakan oleh para pengguna jalan, melainkan juga para pembeli yang biasa berbelanja kebutuhan pokok harian. Kiki, seorang ibu rumah tangga berusia 65 tahun, mengaku penataan kawasan ini memberikan rasa aman tersendiri saat berbelanja.

“Saya sudah tua, mending belanja di dalam aja. Kalau di pinggir jalan gitu sebenarnya takut ada apa-apa, apalagi di sini kendaraan ramai,” ujar Kiki.

Bagi Kiki dan lansia lainnya, hadirnya tempat berbelanja yang tertata rapi di dalam lokbin menjamin kenyamanan dari hilir mudik kendaraan yang membahayakan. Ia pun menaruh harapan besar agar ketertiban dan kenyamanan yang baru dinikmati warga ini tidak berlangsung sementara.

“Kalau saya sendiri sih senang ya (dengan penataan pedagang) karena lebih nyaman juga. Yang penting jangan hangat-hangat tahi ayam,” kata Kiki.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)