ilustrasi medcom.id
Puluhan SD Negeri di Kulon Progo Bakal Digabung
Ahmad Mustaqim • 23 September 2025 11:29
Kulon Progo: Puluhan sekolah di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tengah disiapkan penggabungan (regrouping) dengan sekolah lain. Penggabungan tersebut dilakukan berdasarkan jumlah peserta didik dan jarak dengan sekolah terdekat.
"Proses kajian masih kami lakukan sejak penutupan pendaftaran peserta didik lalu," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulon Progo, Nur Wahyudi, dihubungi, Selasa, 23 September 2025.
Ia mengungkapkan proses pemetaan penggabungan sekolah itu tengah dilakukan dengan sejumlah pertimbangan. Selain jarak antarsekolah, juga berdasarkan jumlah siswa, anggaran BOS, rencana penempatan guru.
"Penempatan guru ke sekolah mana ini kami petakan. Akhir Agustus kemarin cut off Dapodik (data pokok pendidikan) data jumlah siswa sehingga prosesnya (rencana penggabungan) masih jalan," ujar Nur.
Baca juga:
Sejumlah Sekolah di Gunungkidul Digabung Imbas Kekurangan Murid |
Ia mengungkapkan total ada 31 sekolah yang dikaji untuk digabung. Berikut sejumlah sekolah yang bakal bergabung, yakni:
- SDN 1 Balong digabung SDN 2 Balong
- SDN Carikan dengan SDN Butuh
- SDN Karangwuni dengan SDN Darat
- SDN Ngargosari dengan SDN Ngaliyan
- SDN Teganing, SDN Proman, dan SDN Jambean
- SDN Pripih 1 dan SDN Pripih 2
- SDN Sungapan dan SDN Menguri
- SDN Ngento dan SDN Gebangan
- SDN Gunungdani dan SDN Kedungtangkil
- SDN Wijimulyo Lor, SDN Wijimulyo, dan SDN Wijilan
- SDN Jatiroto dan SDN Purwosari
- SDN Glagah 1 dan SDN Glagah 3
- SDN Jurangrejo, SDN Kalikepek, dan SDN Kasatriyan
- SDN 2 Lendah dan SDN Banasara.
"Eksekusinya kemungkinan pada tahun depan ketika tahun ajaran baru, tentu setelah kajian dan sosialisasi selesai," ujar Nur Wahyudi.