Petani Ingin Cabai Tetap Mahal sampai Masa Panen Raya

Ilustrasi

Petani Ingin Cabai Tetap Mahal sampai Masa Panen Raya

Media Indonesia • 8 November 2023 18:54

Sigi: Sejumlah petani di Sigi, Sulawesi Tengah, berharap harga komoditas cabai masih akan bertahan mahal hingga mereka memasuki masa panen raya bulan depan.

Salah satu petani cabai, Irsan Akbar, mengatakan, dengan adanya penaikan harga cabai di pasar membuat petani cabai di Sigi senang.

"Senang lah dengar harga di pasar tinggi. Bisa untung lumayan kami petani," terangnya saat ditemui di perkebunan cabai Desa Boya, Kecamatan Marawola, Sigi, Rabu, 8 November 2023.

Menurut Irsan, saking semangatnya beberapa petani menyambut tingginya harga cabai di pasar, ada yang sampai memanen lebih awal cabainya.

"Cabai hijau atau cabai mentah yang masuk ke pasar itu hasil panen dari sini. Petani paksa panen biar bisa dijual dengan harga tenggi," imbuhnya.

Petani cabai lainnya, Sapri menambahkan, bahwa harga cabai di tingkat petani juga ikut tinggi. Untuk cabai rawit dihargai Rp68 ribu per kilogram (kg). Sedangkan cabai merah keriting Rp58 ribu per kg.

"Ini harga di tingkat petani, kalau harga di tingkat pedagang beda lagi. Yang pasti lebih mahal," tegasnya.

Normalnya harga cabai di tingkat petani hanya Rp25 ribu sampai Rp35 ribu per kg. Namun karena masam tanam tengah berlangsung sehingga menyebabkan stok cabai berkurang memicu penaikan harga.

"Harapan kami sebagai petani harga cabai ini bertahan mahal sampai masa panen berlangsung. Panen raya ini pas Desember nanti," ucapnya.

Pantauan di Pasar Tradisional Inpres Manonda (PTIM) Palu, harga cabai rawit keriting naik menjadi Rp65 ribu per kilogram (kg) dari harta sebelumnya Rp40 ribu per kg. Sedangkan harga cabai rawit dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kg menjadi Rp75 ribu per kg.

Penaikan komoditas cabai ini diakui pedagang sudah berlangsung tiga pekan terakhir. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Meilikhah)