Digitalisasi Pendidikan, Lestari: Peran Guru Tidak Akan Tergantikan AI

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Digitalisasi Pendidikan, Lestari: Peran Guru Tidak Akan Tergantikan AI

Lukman Diah Sari • 20 October 2026 16:31

Kudus: Proses pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan berdaya saing di masa depan. Anggota Komisi X DPR RI sekaligus Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan tidak boleh berhenti pada penyediaan perangkat gawai.

Hal tersebut ditegaskan Lestari saat membuka pelatihan literasi digital bertajuk 'Implementasi Digitalisasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar' di Kudus, Jawa Tengah, Senin, 19 Oktober 2026. Acara yang digelar atas sinergi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini diikuti ratusan guru sekolah dasar (SD) dari wilayah Demak, Kudus, dan Jepara.

Menurut Rerie -sapaan akrabnya-, anak-anak memang tumbuh sebagai digital native. Namun, kedekatan dengan gawai tidak serta-merta dibarengi dengan kecakapan menggunakan teknologi secara aman dan produktif.

"Tanpa pemahaman yang utuh, teknologi justru bisa menjadi pisau yang menusuk diri kita sendiri," tegas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut.

Rerie mengingatkan bahwa peran seorang guru tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi, termasuk oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sekalipun. Oleh karena itu, literasi digital yang mumpuni bagi pendidik merupakan prasyarat mutlak agar pemanfaatan teknologi di sekolah berjalan aman, efektif, dan bukan sekadar formalitas proyek pemerintah.

Tinjau Revitalisasi Fasilitas Sekolah

Selain meresmikan pelatihan, Rerie juga memanfaatkan masa resesnya untuk meninjau langsung pelaksanaan program revitalisasi fasilitas pendidikan di tiga sekolah, yakni SMPN 1 Mayong dan SMAN 1 Nalumsari di Jepara, serta SMK NU Banat di Kudus.

Saat mengunjungi SMK NU Banat, Rerie mengapresiasi progres revitalisasi bangunan yang telah mencapai 60 persen. Ia memuji kualitas pameran karya kriya dan desain busana buatan para siswi.

"Bahkan, kalau tidak tahu itu produk desain Kudus, mungkin saya sudah mengira dari mancanegara," pujinya. Menurutnya, fasilitas praktik yang memadai menjadi kunci utama agar kreativitas siswa terus terasah.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Sementara itu, persoalan klasik terkait infrastruktur ditemukan saat ia berkunjung ke SMAN 1 Nalumsari. Kepala SMAN 1 Nalumsari, Rhokis Setiawati, mengungkapkan bahwa sekolahnya baru memiliki 24 ruang kelas dari total kebutuhan ideal 27 ruang. Imbasnya, pihak sekolah terpaksa 'menyulap' laboratorium dan perpustakaan menjadi ruang kelas dadakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Merespons temuan tersebut, Rerie menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan fungsi pengawasan dan anggaran di Komisi X DPR RI guna segera menuntaskan persoalan sarana pendidikan di daerah. Ia mengingatkan bahwa masifnya pembangunan infrastruktur pendidikan harus selalu berjalan beriringan dengan perawatan dan peningkatan kapasitas guru.

(Lukman Diah Sari)