Kecam Pelajar Tewas Gegara Sajam, Sahroni Minta Pelaku Ditindak Tegas

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto- Metrotvnews.com/Fachri

Kecam Pelajar Tewas Gegara Sajam, Sahroni Minta Pelaku Ditindak Tegas

Anggi Tondi Martaon • 12 October 2026 13:32

Jakarta: Polisi diminta menindak tegas tiga pelajar SMK Yadika 4 Ciledug yang diduga membawa senjata tajam. Mereka diduga menjadi penyebab tewasnya dua pelajar dalam kecelakaan di Jalan Sutera Utama, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

“Saya minta polisi menindak tegas para pelaku. Jangan cuma ditangkap sebentar lalu dilepaskan," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni melalui keterangan tertulis, Senin, 12 Oktober 2026.

Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai NasDem itu menyampaikan harus ada konsekuensi pidana yang tegas kepada ketiga pelajar tersebut. Hal itu untuk memberikan efek jera.

"Karena ini sudah bukan kenakalan biasa, apalagi sampai ada korban jiwa. Kalau penanganannya lembek, saya khawatir kejadian serupa terus berulang dan menimbulkan korban jiwa tak bersalah lainnya,” ungkap Sahroni.

Sahroni meminta pihak sekolah dan orang tua tidak lepas tangan terhadap perilaku para pelajar yang terlibat. Menurut dia, tindakan kekerasan bukan hanya membahayakan nyawa, tetapi juga mencoreng nama keluarga dan institusi pendidikan.

"Jadi atas rekomendasi catatan kriminal dari kepolisian, pihak sekolah harus mempertimbangkan untuk mengeluarkan pelaku. Karena kalau tidak, mereka hanya akan semakin merasa sok jagoan di sekolah, merasa dilindungi, dan tidak berbenah. Agar mereka belajar bahwa perbuatan seperti ini punya akibat dan ke depan tidak mengulangi hal yang sama,” ujar Sahroni.

Dua pelajar meninggal dunia usai alami kecelakaan lalu lintas di wilayah Alam Sutera, Tangerang Selatan (Tangsel).


Polisi mengamankan tiga pelajar SMK Yadika 4 Ciledug yang diduga membawa senjata tajam dan menjadi penyebab tewasnya dua pelajar dalam kecelakaan di Jalan Sutera Utama, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Jumat, 9 Oktober 2026. Polisi menyita celurit, arit, dan golok dari para pelaku. 

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo, menyebut kecelakaan diduga terjadi saat korban berupaya menghindari kelompok pelajar lain yang membawa senjata tajam.

(Achmad Zulfikar Fazli)