Serangan Rusia Rusak Sebuah Jembatan di Kyiv Ukraina, 6 Orang Tewas

Perang Rusia-Ukraina telah meletus sejak Februari 2022. (Anadolu Agency)

Serangan Rusia Rusak Sebuah Jembatan di Kyiv Ukraina, 6 Orang Tewas

Willy Haryono • 4 October 2026 12:02

Kyiv: Serangan Rusia di Ukraina menewaskan sedikitnya enam orang dan merusak Jembatan Utara Kyiv, yang membuat lalu lintas di sekitar jembatan dihentikan dan memicu antrean kendaraan selama tiga hari.

Mengutip The Huffington Post pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Wali Kota Kyiv Vitalii Klitschko mengatakan serangan terhadap jembatan tersebut merusak permukaan jalan dan kabel bus listrik sehingga lalu lintas terpaksa dihentikan.

Ia kemudian mengatakan dua orang terluka dalam serangan tersebut, salah satunya sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Serangan tersebut terjadi setelah serangkaian serangan Rusia selama dua hari menyebabkan tiga dari enam jembatan jalan di Kyiv yang melintasi Sungai Dnipro ditutup, baik sepenuhnya maupun sebagian.

Sebelumnya, Rusia juga menyerang sejumlah target, termasuk blok apartemen, gudang supermarket, stasiun pengisian bahan bakar, dan pusat data.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Sabtu mengonfirmasi bahwa pihaknya berada di balik serangan terbaru tersebut. Rusia mengklaim jembatan itu digunakan untuk "memfasilitasi pergerakan pasukan dan logistik pengiriman kargo militer" bagi angkatan bersenjata Ukraina.

Sejumlah video yang beredar di media sosial diduga memperlihatkan momen ketika serangan menghantam jembatan saat kendaraan melintas. Salah satu rekaman disebut diambil dari kamera dasbor pengemudi.

Rusia menegaskan akan terus melancarkan "serangan balasan besar-besaran" terhadap Kyiv dan kota-kota lain di Ukraina. Moskow juga mengimbau warga negara asing dan diplomat untuk meninggalkan Ukraina. Rusia sebelumnya mengeluarkan peringatan serupa pada Mei.

Rusia telah menginvasi Ukraina selama lebih dari 4,5 tahun dan belum ada tanda konkret bahwa kesepakatan damai dapat dicapai. Pertempuran di sepanjang garis depan sekitar 1.250 kilometer yang membentang di wilayah utara, timur, dan selatan Ukraina juga disebut nyaris menemui jalan buntu dalam beberapa bulan terakhir. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Rusia Akan Lanjutkan Serangan Besar di Kyiv, Serukan Diplomat Asing untuk Pergi

(Willy Haryono)