Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Anwar Iskandar sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI. (Dokumentasi/ Metro TV)
Profil Anwar Iskandar, Ketua Umum MUI yang Kini Jadi Anggota Wantimpres RI
Silvana Febiari • 2 October 2026 16:18
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Anwar Iskandar sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jumat, 2 Oktober 2026. Pelantikan tersebut menambah kiprah panjang Anwar Iskandar di pemerintahan, organisasi keagamaan, dan dunia pendidikan.
Anwar Iskandar merupakan ulama dan kiai kelahiran 24 April 1950. Ia dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Wakil Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Baca Juga :
Pendidikan
Anwar Iskandar tumbuh dalam lingkungan pesantren. Ia merupakan putra Kiai Iskandar, pendiri Pondok Pesantren Mambaul Ulum di Banyuwangi, dan Siti Robi'ah Al Adawiyah.Sejak kecil, Anwar mendapat pendidikan agama dan mempelajari kitab-kitab salaf dari ayahnya. Ia juga menempuh pendidikan formal di lingkungan pesantren hingga menyelesaikan pendidikan Madrasah Aliyah pada 1964.
Pada 1967, Anwar melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, selama sekitar empat tahun di bawah asuhan KH Mahrus Aly. Ia pernah menimba ilmu di sejumlah pesantren lain, antara lain Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, dan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang.
Di pendidikan tinggi, Anwar memperoleh gelar sarjana muda dari Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri pada 1969. Setahun kemudian, ia melanjutkan pendidikan ke Jakarta di UIN Syarif Hidayatullah dengan mengambil Fakultas Adab, jurusan Sastra Arab.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Jakarta, Anwar memilih menetap dan berdakwah di Kota Kediri. Keputusan tersebut diambil karena di kampung halamannya, Banyuwangi, telah banyak tokoh agama yang berdakwah.
Kiprah di Pendidikan dan Pesantren
Anwar aktif mengembangkan pendidikan pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Kediri. Ia dipercaya menjadi Ketua Yayasan Assa'idiyah, Jamsaren, Kediri, sejak 1982.Pada 1985, ia menjadi Ketua Yayasan Universitas Islam Kadiri (UNISKA), Manisrenggo, Kediri. Sepuluh tahun kemudian, Anwar mendirikan Pondok Pesantren Al-Amien di Rejomulyo, Kota Kediri, pada 1995.
Hingga kini, ia dikenal sebagai salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien dan Pondok Pesantren Assa'idiyah di Kota Kediri.
Kiprah di NU dan Organisasi Keagamaan
Keterlibatan Anwar dalam organisasi NU dimulai sejak muda. Pada 1965, ia tercatat sebagai anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Banyuwangi.Saat menempuh pendidikan di Universitas Islam Tribakti Lirboyo, Anwar aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan dipercaya menjadi ketua. Ketika melanjutkan pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ia menjadi bagian dari Pengurus Besar PMII.
Pada 1975, Anwar dipercaya menjadi Ketua GP Ansor Cabang Kota Kediri selama dua periode. Kiprahnya di struktur NU berlanjut ketika ia menjadi Rais Syuriah PCNU Kota Kediri pada 1982.
Ia juga dipercaya sebagai Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur pada 1997. Pada 2022, Anwar menduduki posisi Wakil Rais 'Aam PBNU. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Ketua Umum MUI melalui rapat pleno pada 15 Agustus 2023.

Presiden Prabowo Subianto melantik Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI. (Dokumentasi/ Metro TV)
Kiprah Politik
Selain aktif di bidang pendidikan dan organisasi keagamaan, Anwar Iskandar juga pernah terlibat dalam politik. Pada 1998, ia menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai utusan Provinsi Jawa Timur. Pada 2008, Anwar dipercaya menjadi Ketua DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).Kehidupan Keluarga
Anwar Iskandar menikah dengan Qoni'atus Zahro pada 1975. Pernikahan tersebut dilakukan oleh KH Mahrus Aly, pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo saat itu. Qoni'atus Zahro merupakan putri Kiai Sa'id, pimpinan Pondok Pesantren Assa'idiyah, Jamsaren, Kediri.Pada 1990, Anwar menikah untuk kedua kalinya dengan Yayan Handayani yang berasal dari Bogor.
Ketua Umum MUI
Anwar Iskandar dipercaya memimpin MUI sejak Agustus 2023. Ia menggantikan KH Miftachul Akhyar yang mengundurkan diri dari posisi Ketua Umum MUI.Dengan pengalaman panjang di pesantren, NU, organisasi kepemudaan Islam, pendidikan, hingga politik, Anwar memiliki perjalanan yang cukup panjang dalam kehidupan organisasi keagamaan di Indonesia.