Ilustrasi - Kekeringan. (ANTARA/Raisan Al Farisi/dok)
13 Alat Berat Dikerahkan untuk Atasi Kekeringan Sawah di Karawang
Silvana Febiari • 25 October 2026 12:35
Karawang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, mengerahkan 13 unit alat berat untuk mendukung normalisasi saluran irigasi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menangani kekeringan di areal persawahan.
"Normalisasi saluran irigasi dilakukan agar air bisa terus mengalir untuk mengairi areal sawah," kata Bupati Karawang, Aep Syaepuloh di Karawang, dilansir Antara, Minggu, 25 Oktober 2026.
Areal persawahan di sejumlah daerah di sekitar pesisir utara Karawang sempat dilaporkan kekeringan. Pemkab Karawang berkoordinasi dengan sejumlah pihak, khususnya Perum Jasa Tirta II Jatiluhur dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
"Kami sudah membahas kondisi sawah kekeringan yang terancam gagal panen, khususnya di wilayah Pakisjaya dan Cilamaya," ujarnya.
Saat ini, sebanyak 13 unit alat berat telah dikerahkan ke berbagai wilayah di Karawang. Alat berat tersebut digunakan untuk mendukung normalisasi saluran air dan sungai yang mengalir ke areal persawahan.
"Kami akan terus memperkuat koordinasi dan mengambil langkah nyata agar fungsi saluran air tetap optimal, kebutuhan air bagi lahan pertanian terpenuhi, dan para petani Karawang dapat terhindar dari ancaman gagal panen," ungkapnya.
Direktur Operasi dan Pemeliharaan Perusahaan Umum Jasa Tirta II Anton Mardiyono mengatakan pihaknya berupaya menjaga pasokan air di saluran irigasi pada musim kemarau tahun ini. Salah satunya dengan melakukan normalisasi saluran irigasi.
Dari laporan yang disampaikan, PJT II Jatiluhur telah melakukan upaya normalisasi saluran irigasi di wilayah Cilamaya, Jayakerta, Cibuaya, Pedes, Pakisjaya, serta di beberapa titik lainnya.
Pihak PJT II juga membantu petani di wilayah Utara Karawang melalui pompanisasi. Seperti di Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Karawang, terdapat sekitar 450 hektare area sawah yang terdampak akibat terbatasnya ketersediaan air pada musim kemarau.

Ilustrasi-Area persawahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang kekeringan akibat musim kemarau. (DOK. PEMKABBEKASI)
Atas kondisi itu dilakukan penanganan melalui pengoperasian 10 unit pompa dari kolaborasi antara BBWS Citarum dan Kementerian Pertanian dengan memanfaatkan sumber air terdekat.
Selain pompanisasi, sejumlah upaya lain juga dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pengairan. Upaya tersebut meliputi pembuangan air asin menggunakan pompa, normalisasi saluran irigasi dengan excavator amfibi, serta pembuatan dam parit.
Atas upaya itu akhirnya jaringan irigasi dapat mengaliri area persawahan di Desa Sungaibuntu. Di wilayah utara Karawang, seperti di wilayah Cilamaya, Jayakerta, Cibuaya, Pedes, dan Pakisjaya, juga dilakukan upaya serupa untuk membantu areal sawah mendapat air.
Sementara itu, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Karawang, sebelumnya melaporkan hingga akhir September 2026 terdapat 4.248 hektare sawah yang terdampak kekeringan.
Areal persawahan tersebut tersebar di Kecamatan Cilamaya Wetan, Telagasari, Jayakerta, Pedes, Pakisjaya, Kutawaluya, Cilebar, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, dan Pangkalan.