Pakar Ingatkan Bencana Merupakan Tanggung Jawab Bersama

Ketua Umum Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, Harkunti Rahayu dalam program Kontroversi edisi Indonesia Terkepung Bencana. Dok. Metro TV

Pakar Ingatkan Bencana Merupakan Tanggung Jawab Bersama

Muhamad Marup • 10 September 2026 22:26

Jakarta: Bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia membuat masyarakat khawatir dan meminta pemerintah turun tangan. Ketua Umum Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, Harkunti Rahayu, mengingatkan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama.

"Kalau kita bicara paradigma, sebetulnya sudah ada pergeseran. Dalam 20 tahun terakhir, bencana itu tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, parlemen, dan media," ujar Harkunti, dalam program Kontroversi Metro TV, Kamis, 10 September 2026.

Ia menyebut, Tsunami merupakan titik balik pergeseran paradigma tersebut. Selain pihak yang terlibat, fokus penanggulangan bencana juga bergeser dari penanganan menjadi pengurangan risiko bencana.

Harkunti mengakui, masyarakat masih belum memahami pentingnya pencegahan bencana. Menurutnya, setelah terjadi bencana di suatu lokasi, masyarakat justru melupakan pentingnya proses pemulihan dan pembangunan kembali menyesuaikan karakteristik bencana di wilayah masing-masing.


Program Kontroversi edisi Indonesia Terkepung Bencana. Dok. Metro TV


"Setiap ada bencana seolah-olah semua itu (pengurangan risiko bencana) hilang. Ada beberapa hal. Memori orang itu saya bilang pendek," jelasnya.

Harkunti mengingatkan, Indonesia berada di lokasi rawan bencana. Meski begitu, kontribusi terbesar terjadinya bencana di Indonesia juga merupakan ulah manusia.

"Sebagian besar kontribusi dari kita sendiri. Intinya adalah sebagian besar bencana yang terjadi di Indonesia itu ulah manusia sendiri," katanya.

Ia juga menyinggung persoalan manajemen bencana. Menurutnya, secara regulasi, Indonesia sudah memiliki banyak payung hukum, tapi masiih tumpang tindih.

"Kami berharap di sini keberadaan dari parlemen. Lembaga parlemen atau anggota DPR karena itu adalah sinergi dari multihelix yang kita butuhkan," ucapnya.

(Muhamad Marup)