Mengenang H.S. Dillon, Pejuang HAM dan Ekonomi Pertanian

H.S. Dillon. Foto: dok. Antara.

Mengenang H.S. Dillon, Pejuang HAM dan Ekonomi Pertanian

Gabriella Thesa Widiari • 3 November 2026 17:15

Jakarta: Sosok Harbrinderjit Singh Dillon (H.S. Dillon) dikenang sebagai salah satu tokoh penggagas pemikiran ekonomi-pertanian sekaligus pejuang hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Dia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Siloam, Bali, pada 16 September 2019.

Lahir di Medan pada 1945 dari keluarga Sikh keturunan India, Dillon mendalami sosiologi-ekonomi pertanian di Universitas Sumatra Utara sebelum meraih gelar doktor di Cornell University, Amerika Serikat. Perjalanan akademis tersebut menjadi landasan kuat bagi pengabdian panjangnya dalam isu pangan, kemiskinan, dan keadilan sosial.

Rekam jejak birokrasi Dillon membentang luas di Kementerian Pertanian pada kurun 1983-1996, termasuk memimpin Satuan Tugas Kebijakan Pertanian Indonesia pada forum APEC 1990–1996. Dia juga pernah menjadi penasihat senior untuk Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) di Roma pada 1994.

Selain itu, Dillon aktif mengawal gerakan hak asasi manusia dan pemberantasan korupsi di Tanah Air. Kiprah tersebut ditunjukkan lewat keterlibatannya di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) serta Tim Gabungan Antikorupsi.

Atas seluruh dedikasi tersebut, negara menganugerahi tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Joko Widodo pada 2015. Dillon juga menerima Bintang Jasa Pratama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007.

Kepergian sang pejuang meninggalkan duka mendalam bagi istri, Drupadi, tiga putra, serta dua cucunya. Penghormatan terakhir diberikan melalui upacara pelepasan jenazah secara militer di Rumah Duka Rumah Sakit Angkatan Darat Udayana, Denpasar.


Pemakaman H.S. Dillon. Foto: Istimewa. 

Upacara pemakaman dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal Benny Susianto sebagai inspektur upacara. Usai prosesi militer, jenazah yang dibalut bendera Merah Putih dibawa menuju Mumbul, Nusa Dua, untuk dikremasi.

Abu jenazah diterbangkan ke Jakarta dan dimakamkan secara resmi di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata pada 20 September 2019. Persemayaman tersebut bentuk penghormatan tertinggi negara atas warisan pemikiran dan ketegasan sikap almarhum dalam menegakkan keadilan.

(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)

(Gabriella Thesa Widiari)