Harga Emas Dunia Lompat hingga 7%, Tembus Level Tertinggi dalam 3 Bulan

Ilustrasi emas batangan. Foto: bullionvault.com

Harga Emas Dunia Lompat hingga 7%, Tembus Level Tertinggi dalam 3 Bulan

Husen Miftahudin • 25 August 2026 09:57

Chicago: Harga emas dunia melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa waktu setempat dan mencapai level tertinggi dalam tiga bulan. Kenaikan dipengaruhi perhatian investor terhadap intervensi Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) di pasar obligasi, serta meningkatnya ketegangan perdagangan dan geopolitik yang mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

Mengutip Investing.com, Selasa, 25 Agustus 2026, harga emas spot XAU/USD naik 0,8 persen menjadi USD4.688,96 per troy ons. Kontrak berjangka emas menguat 1 persen menjadi USD4.746,09 per troy ons.

Sementara itu, harga perak spot XAG/USD naik 0,8 persen menjadi USD69,51 per troy ons. Harga platinum XPT/USD juga menguat 0,5 persen menjadi USD1.889,32 per troy ons. Sementara, indeks dolar AS relatif stabil di level 98,98.

Harga emas telah naik lebih dari tujuh persen dalam empat sesi perdagangan terakhir, melanjutkan penguatan pada pekan sebelumnya dan membawa harga logam mulia tersebut semakin jauh di atas level USD4.600 per ons.

Kenaikan terbaru terutama dipengaruhi keputusan Departemen Keuangan AS pada pekan lalu untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang.

Intervensi tersebut mendorong penurunan imbal hasil obligasi dan melemahkan dolar AS. Kondisi ini membuat emas relatif lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang selain dolar.

Kebijakan tersebut juga kembali memunculkan perhatian terhadap kondisi fiskal pemerintah AS serta dampaknya terhadap kepercayaan terhadap dolar.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan siap memperluas pembelian kembali utang jangka panjang. Namun, hingga Senin, ia belum memberikan rincian mengenai langkah tambahan yang akan ditempuh.

Bessent juga mengatakan pemerintah AS akan segera meluncurkan inisiatif fiskal untuk mengatasi tingginya biaya pinjaman pemerintah.
 

 

Emas jadi pilihan aset lindung nilai


Perubahan kebijakan tersebut kembali mendorong strategi investasi yang memanfaatkan kekhawatiran terhadap pelemahan nilai mata uang. Kondisi tersebut turut mendukung kenaikan harga emas yang mencapai sekitar 65 persen sepanjang 2025.

Investor semakin melihat emas sebagai salah satu instrumen lindung nilai terhadap risiko pelemahan daya beli dolar dalam jangka panjang, terutama di tengah kebijakan fiskal yang ekspansif dan kondisi keuangan yang lebih longgar.

Dari sisi teknikal, momentum emas juga menunjukkan penguatan. Harga emas telah bergerak di atas rata-rata pergerakan 200 hari, indikator yang banyak digunakan pelaku pasar untuk melihat arah tren jangka panjang.


(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Ketegangan perdagangan dorong permintaan emas


Perkembangan geopolitik dan perdagangan turut menjadi perhatian investor. Washington mengancam menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap negara-negara yang tetap melakukan transaksi dengan Iran sebagai bagian dari upaya meningkatkan tekanan terhadap Teheran.

Pada saat yang sama, ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada meningkat setelah perundingan kedua negara gagal mencapai kesepakatan.

Washington telah memberlakukan tarif 50 persen terhadap sejumlah barang asal Kanada dan mengancam mengenakan tarif dengan tingkat yang sama terhadap mobil, truk, serta suku cadang otomotif Kanada mulai Januari 2027.

Ketidakpastian terkait kebijakan fiskal, perdagangan, geopolitik, dan moneter tersebut menjadi sejumlah faktor yang diperhitungkan investor dalam melakukan diversifikasi portofolio.

(Husen Miftahudin)