Deretan kapal yang melintas Selat Hormuz. Foto: Anadolu
Komandan IRGC Wajibkan Kapal Minta Izin Iran untuk Lintasi Selat Hormuz
Muhammad Reyhansyah • 12 March 2026 12:07
Teheran: Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa setiap kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz harus memperoleh persetujuan dari Iran. Jika tidak, kapal tersebut berpotensi menjadi sasaran serangan.
Melalui unggahan di akun X miliknya pada Rabu, 11 Maret 2026, Laksamana Muda Alireza Tangsiri mengatakan, dua kapal yang mengabaikan peringatan Iran telah menjadi sasaran di selat tersebut pada hari yang sama.
Baca Juga :
Iran Siap Izinkan Melintas Selat Hormuz Tapi Minta Negara Putus Hubungan dengan AS dan Israel
Tangsiri juga mengejek janji pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menyatakan akan mengawal serta melindungi kapal-kapal yang melintas di jalur perairan strategis itu. Ia menyebut janji tersebut sebagai “janji kosong.”
“Apakah kapal-kapal itu dijamin dapat melintas dengan aman melalui Selat Hormuz? Pertanyaan ini seharusnya diajukan kepada awak kapal Express Rome dan Mayuree Naree, yang hari ini, dengan mempercayai janji kosong, mengabaikan peringatan dan berusaha melintasi selat, tetapi akhirnya tertangkap,” ujar Tangsiri, seperti dikutip PressTV, Kamis, 12 Maret 2026.
“Setiap kapal yang berniat melintas harus memperoleh izin dari Iran,” tambah Tangsiri.
Iran diketahui semakin memperketat pembatasan terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz di tengah perang yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Israel melawan negara tersebut.
Meski demikian, otoritas Iran menyatakan bahwa jalur pelayaran itu tetap terbuka dan kapal-kapal yang tidak melayani kepentingan Amerika Serikat dan Israel dapat melintas dengan aman.
Pembatasan tersebut telah mendorong kenaikan tajam harga energi dan komoditas global. Sejumlah pakar menilai dampaknya dapat meningkat hingga mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya jika konflik terus berlanjut.
Kebijakan itu juga muncul ketika Washington dinilai gagal menyediakan pengawalan bagi kapal-kapal yang hendak melintasi jalur tersebut, meskipun sebelumnya berjanji melakukannya sebagai bagian dari upaya memulihkan kepercayaan pasar.
Laporan yang diterbitkan The Wall Street Journal pada Rabu menyebut Iran justru berhasil mengirimkan lebih banyak minyak melalui Selat Hormuz, meskipun pengiriman dari produsen minyak besar lainnya di Teluk Persia mengalami penurunan tajam.
Menurut laporan tersebut, kapal tanker rata-rata memuat sekitar 2,1 juta barel minyak Iran per hari, lebih tinggi dibandingkan ekspor sekitar 2 juta barel per hari yang tercatat pada Februari.
Dengan mengutip data dari layanan pelacakan tanker Kpler, laporan itu juga menunjukkan bahwa tujuh kapal tanker telah memuat minyak dari pantai Iran sejak perang dimulai pada 28 Februari. Setidaknya dua dari pengiriman terbaru tersebut kini telah berhasil berlayar keluar dari Teluk Persia dengan aman.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com