Rusia Buka Peluang Pasok Minyak ke Indonesia di Tengah Krisis Timur Tengah

Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov saat ditemui awak media di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026. (Metrotvnews.com)

Rusia Buka Peluang Pasok Minyak ke Indonesia di Tengah Krisis Timur Tengah

Muhammad Reyhansyah • 1 April 2026 07:14

Jakarta: Pemerintah Rusia membuka peluang untuk memasok minyak dan gas ke Indonesia di tengah ketidakpastian pasokan energi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi minyak dunia di Selat Hormuz.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengatakan Rusia siap menjual minyak kepada Indonesia apabila dibutuhkan, meski hingga saat ini belum ada permintaan resmi dari Pertamina maupun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia.

“Presiden kami sudah berulang kali menyampaikan bahwa, pertama-tama, bagi negara-negara sahabat, kami siap bekerja sama di bidang minyak dan gas,” kata Dubes Tolchenov saat ditemui awak media di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026. 

“Jika mereka membutuhkan sesuatu, silakan hubungi kami, sampaikan apa yang dibutuhkan, dan kami akan mendiskusikan bagaimana hal itu bisa dilaksanakan,” lanjut Dubes Tolchenov.

Ia juga menegaskan Rusia pada prinsipnya siap bekerja sama di sektor minyak dan gas dengan negara mana pun, terlepas dari posisi politiknya, melalui kontrak jangka panjang.

Dubes Tolchenov juga menyebut Rusia saat ini memasok minyak ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Tiongkok, India, serta sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Filipina.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi energi global. 

Konflik ini diawali dengan operasi militer gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari yang menewaskan sejumlah tokoh kunci Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei 

Sebagai respons, Iran melancarkan serangkaian serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar wilayah Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Teheran juga memblokade Selat Hormuz, jalur strategis distribusi minyak dunia ke Asia. Kondisi ini sempat menahan dua kapal Pertamina International Shipping di jalur tersebut, meski saat ini pemerintah tengah mengupayakan jalur aman bagi keduanya.

Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan Indonesia membuka peluang impor minyak dari berbagai negara, termasuk Rusia, sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber energi di tengah ketidakpastian geopolitik global.

“Semua negara ada kemungkinan. Yang penting bagi kita sekarang adalah bagaimana barang ada, yang kedua harganya kompetitif. Itu yang paling penting,” kata Bahlil di Jakarta, dikutip dari Antara.

Ia menambahkan impor minyak dari Rusia kini memungkinkan setelah AS kembali membuka akses pembelian minyak dari negara tersebut yang sebelumnya dikenai sanksi.

Baca juga:  Harga BBM Stabil, Langkah Pemerintah Tepat Jaga Daya Beli di Tengah Tekanan Global

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)