Dolar AS. Foto: MI/Ramdani.
Dolar AS Turun Tipis
Husen Miftahudin • 14 February 2026 09:32
New York: Dolar Amerika Serikat (AS) turun tipis pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), di tengah penurunan data inflasi AS imbas harga bensin yang lebih murah dan moderasi inflasi sewa.
Mengutip Xinhua, Sabtu, 14 Februari 2026, indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,01 persen menjadi 96,922.
Pada penutupan perdagangan di New York, euro naik menjadi USD1,1872 dari USD1,1866 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,365 dari USD1,3623 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS dibeli seharga 152,78 yen Jepang, lebih rendah dari 152,94 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS kehilangan 0,7679 franc Swiss dari 0,7697 franc Swiss.
Mata uang Negeri Paman Sam itu juga turun menjadi 1,3611 dolar Kanada dari 1,3611 dolar Kanada. Dolar AS menguat menjadi 8,9272 krona Swedia dari 8,9226 krona Swedia.
| Baca juga: Dolar AS Sukses Menguat Lawan Sejumlah Mata Uang Utama Dunia |

(Dolar AS. Foto: Freepik)
Inflasi tahunan AS turun jadi 2,4%
Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen tercatat naik 0,2 persen secara bulanan pada Januari, sehingga tingkat inflasi tahunan turun menjadi 2,4 persen.
Angka inflasi AS secara tahunan ini merupakan laju kenaikan paling lambat sejak Mei 2025. Sementara inflasi inti, yang tidak termasuk biaya makanan dan energi, turun menjadi 2,5 persen secara tahunan.
Ini terjadi di tengah harga bensin yang lebih murah dan moderasi inflasi sewa, tetapi rumah tangga menghadapi biaya layanan yang lebih tinggi. Kondisi ini menunjukkan sedikit urgensi bagi Federal Reserve untuk melanjutkan pemotongan suku bunga sebelum musim panas.
Laporan tersebut menyusul berita minggu ini tentang percepatan pertumbuhan lapangan kerja pada Januari dan penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,3 persen dari 4,4 persen pada Desember.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa tekanan harga masih sedikit terlalu tinggi untuk saat ini. Tetapi arah pergerakan inflasi terus terlihat lebih rendah, meskipun ini terbukti sebagai proses yang bergelombang dan lambat.