Ilustrasi. Foto: Dok MI
Rupiah Melemah ke Rp16.694 per USD Pagi Ini
Eko Nordiansyah • 18 December 2025 09:09
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Mata uang Garuda tak kuasa saat dolar AS sukses rebound setelah melemah dalam beberapa hari terakhir.
Mengutip data Bloomberg, Kamis, 18 Desember 2025, rupiah berada di level Rp16.694 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah tiga poin atau 0,02 persen dibandingkan Rp16.691 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.693 per USD. Mata uang Garuda terpantau melemah dibandingkan penutupan kemarin yang sebesar Rp16.680 per USD.
Baca Juga :
Dolar AS Rebound usai Berhari-hari Melemah

(Ilustrasi. Metrotvnews.com/Eko Nordiansyah)
Rupiah diprediksi melemah
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan melemah. Mata uang rupiah akan bergerak di rentang Rp16.690 per USD hingga Rp16.720 per USD.Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen data ekonomi AS yang beragam, terutama data penggajian non-pertanian dan tingkat pengangguran yang lebih tinggi. Tingkat pengangguran AS mencapai level tertinggi dalam empat tahun, memicu kekhawatiran terhadap perekonomian.
Tanda-tanda pendinginan ekonomi AS semakin diperkuat oleh data indeks manajer pembelian (PMI) yang lebih lemah dari perkiraan untuk Desember. Sementara data penjualan ritel yang tertunda untuk Oktober juga menunjukkan perlambatan pertumbuhan dibandingkan bulan sebelumnya.
"Data yang lemah ini muncul di tengah kekhawatiran yang masih ada mengenai tingkat likuiditas di pasar AS, terutama setelah Federal Reserve melanjutkan aktivitas pembelian obligasi pemerintah, yang disebut sebagai pelonggaran kuantitatif pada Desember," jelas Ibrahim.
Fokus sekarang tertuju pada data inflasi indeks harga konsumen (CPI) yang akan datang, yang akan dirilis pada Kamis, dan akan di pantau secara cermat untuk setiap tanda pendinginan inflasi sehingga mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang ekonomi terbesar di dunia.
Di dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan, BI Rate, di level 4,75 persen pada Desember 2025. Sementara itu, suku bunga deposit facility juga tetap bertahan di 3,75 persen dan suku bunga lending facility tetap di 5,5 persen.
Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi 2025 dan 2026 yang tetap terjaga rendah dalam sasaran 2,5 persen plus minus satu persen, upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah yang sesuai dengan fundamental di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, serta sinergi untuk turut memperkuat pertumbuhan ekonomi.