Polda Metro Lakukan Pengamanan Bertahap Buntut Perusakan di Depan DPR

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat memberikan keterangan pers di Jakarta. Foto: dok. Antara.

Polda Metro Lakukan Pengamanan Bertahap Buntut Perusakan di Depan DPR

Gabriella Thesa Widiari • 28 August 2026 00:48

Jakarta: Polda Metro Jaya mengambil tindakan tegas secara bertahap untuk membubarkan sekelompok massa perusuh yang melakukan aksi anarki di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis malam. Polisi menegaskan pengamanan ekstra harus dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan mencegah kerusakan fasilitas negara yang lebih parah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, peningkatan pengamanan dilakukan setelah situasi di sekitar kompleks parlemen memanas akibat ulah perusuh yang bertahan hingga malam hari. Adapun kegiatan penyampaian aspirasi dari aliansi masyarakat sebelumnya telah selesai secara damai.

"Polri telah memberikan peringatan untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan-tindakan berupa perusakan," ujar Budi, dilansir dari Antara, Kamis, 27 Agustus 2026.

Budi mengatakan, kelompok perusuh tak membubarkan diri secara tertib, melainkan memprovokasi keadaan. Mereka nekat mencoba merobohkan dan merusak pagar utama Gedung DPR/MPR RI serta membakar sejumlah objek di sekitar pintu gerbang utama.

Melihat aksi perusakan yang terus meluas dan mengancam kenyamanan warga sekitar, kepolisian akhirnya bergerak membubarkan perusuh tersebut sekitar pukul 19.00 WIB dengan mengerahkan unit water cannon. Langkah penertiban ini diambil setelah imbauan serta peringatan polisi diabaikan oleh para perusuh.

"Setelah melihat eskalasi dan mempertimbangkan waktu pelaksanaan yang sudah memasuki malam hari serta untuk menjamin aktivitas masyarakat umum tidak dirugikan, Polri mengambil langkah pendekatan secara bertahap," kata Budi.


Ilustrasi- aksi perusuh. Foto: dok. Medcom. 

Polda Metro Jaya menyayangkan tindakan vandalisme dan perusakan fasilitas publik tersebut. Aksi anarkis dinilai sangat merugikan masyarakat luas karena berpotensi mengganggu keteraturan sosial serta pelayanan publik.

Kepolisian mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi dan meminta para orang tua untuk memantau anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam kerusuhan. Polisi memastikan akan terus mengedepankan tindakan terukur guna menjamin keamanan seluruh warga Jakarta dari ancaman perusuh.

(Gabriella Thesa Widiari)