Pemprov NTB Pastikan 155 TKI dan 1.372 Jemaah Umrah di Timur Tengah Aman

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Nusa Tenggara Barat (NTB) sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik. ANTARA/Nur Imansyah.

Pemprov NTB Pastikan 155 TKI dan 1.372 Jemaah Umrah di Timur Tengah Aman

Whisnu Mardiansyah • 3 March 2026 11:38

Mataram: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan seluruh warganya, termasuk pekerja migran dan jemaah umrah yang berada di kawasan Timur Tengah, dalam kondisi aman. Mereka terus dipantau secara intensif oleh perwakilan Republik Indonesia di masing-masing negara penempatan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB serta laporan resmi kementerian terkait, semuanya dinyatakan aman.

"Berdasarkan koordinasi terakhir Disnakertrans NTB dengan BP2MI, seluruhnya dilaporkan dalam kondisi baik dan tidak berada pada zona terdampak langsung konflik. Mereka terus dipantau oleh KBRI dan KJRI sesuai wilayah penempatan," kata Ahsanul Khalik di Mataram seperti dilansir Antara, Selasa, 3 Maret 2026.

Berdasarkan data resmi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), tercatat sebanyak 155 pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTB berada di kawasan Timur Tengah. Mereka terdiri dari 86 laki-laki dan 69 perempuan yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di NTB.
 


Selain PMI, Pemprov NTB juga memantau keberadaan jemaah umrah asal NTB yang saat ini berada di Arab Saudi. Berdasarkan data resmi Kementerian Haji dan Umroh NTB per 2 Maret 2026, sebanyak 1.415 orang telah diberangkatkan menuju Jeddah sejak 19 Februari 2026 hingga awal Maret 2026.

Keberangkatan dilakukan melalui Bandara Lombok dengan skema penerbangan sesuai jadwal masing-masing penyelenggara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 orang telah kembali ke Indonesia. Adapun kepulangan jamaah umrah lainnya dijadwalkan mulai 7 Maret 2026, sesuai masa tinggal program umrah yang rata-rata berlangsung 9 hingga 12 hari.


IRGC siap untuk tembak yang melintasi Selat Hormuz. Foto: Anadolu

"Kita doakan kepulangan jamaah umrah ini pada saatnya nanti lancar dan tidak terkendala," katanya.

Saat ini, sebanyak 1.372 jamaah masih berada di Arab Saudi. Seluruhnya dilaporkan dalam keadaan aman dan sedang menjalankan ibadah umrah. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan mekanisme koordinasi cepat apabila terjadi perkembangan situasi yang memerlukan langkah perlindungan lebih lanjut.

"Pemerintah Provinsi NTB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)