Bupati Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Mohammad Wahyu Ferdian. ANTARA/Ahmad Fikri.
Pemkab Cianjur Berupaya Pulangkan Buruh Migran Imbas Konflik Timur Tengah
Silvana Febiari • 3 March 2026 00:26
Cianjur: Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berupaya memulangkan warga Cianjur yang bekerja sebagai buruh migran dan tinggal di sejumlah negara di Timur Tengah. Upaya ini dilakukan seiring meningkatnya konflik Israel dan Amerika Serikat dengan Iran.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan pemerintah daerah berkomunikasi dengan berbagai instansi terkait termasuk konsulat di sejumlah negara di Timur Tengah. Tujuannya untuk memulangkan warga Cianjur ketika konflik terus meluas.
"Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memulangkan pekerja migran asal Cianjur dalam waktu dekat karena ditakutkan konflik terus meluas membuat jalur pesawat terhambat karena beberapa penerbangan antar negara dihentikan," katanya, dikutip dari Antara, Senin, 2 Maret 2026.
Pihaknya mencatat warga Cianjur yang berada di Uni Emirat Arab dan negara lain di Timur Tengah rata-rata bekerja dan menetap sebagai buruh migran di berbagai sektor. Berbagai upaya dilakukan untuk memulangkan mereka ke Tanah Air.
Berbagai langkah dijalankan untuk mengevakuasi pekerja migran asal Cianjur, salah satunya memindahkan mereka ke negara yang dianggap aman dari konflik. Evakuasi dilakukan sambil menunggu pemulangan karena sejumlah bandara berhenti beroperasi akibat kekhawatiran dampak konflik.
Pendataan juga dilakukan untuk mengetahui secara pasti jumlah pekerja migran atau warga Cianjur yang menetap di sejumlah negara Timur Tengah yang rawan terdampak konflik. Termasuk mereka yang berangkat secara ilegal.
"Pendataan masih dilakukan dinas terkait guna memastikan jumlah pekerja migran asal Cianjur di negara Timur Tengah dan Uni Emirat Arab lainnya, tanpa membedakan berangkat secara prosedur atau non prosedur," ungkapnya.

Hotel Burj Al Arab di Dubai, Uni Emirat Arab, mengalami kerusakan akibat serpihan drone Iran. (Anadolu Agency)
Proses evakuasi hingga pemulangan dilakukan terhadap warga Cianjur dari negara terdampak ke negara yang dinilai aman dan masih membuka jalur penerbangan langsung ke Indonesia.
Sementara pekerja migran asal Cianjur dan pihak keluarga berharap mendapat bantuan dari pemerintah untuk proses pemulangan. Terutama mereka yang bekerja di wilayah konflik dan terdampak, karena saat ini sejumlah penerbangan dihentikan.
"Sejumlah sanak saudara bekerja dan tinggal di Bahrain dan Qatar, saat ini mereka waswas karena setiap hari terdengar suara pesawat tempur dan rudal, kami berharap ada upaya pemulangan dari pemerintah," kata keluarga pekerja migran Cianjur Rosidah (45).