Rupiah. Foto: dok MI.
Rupiah Melemah 38 Poin ke Level Rp16.857 Pagi Ini
Husen Miftahudin • 12 January 2026 09:54
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan.
Mengutip data Bloomberg, Senin, 12 Januari 2026, rupiah hingga pukul 09.46 WIB berada di level Rp16.857 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 38 poin atau setara 0,23 persen dari Rp16.819 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.829 per USD. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan kembali melemah.
"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.780 per USD hingga Rp16.810 per USD," jelas Ibrahim.
| Baca juga: Rupiah Ditutup Melemah Hari Ini, Data Pekerjaan AS Jadi Penekan |
Aktivitas bisnis di AS membaik
Menurut Ibrahim, pergerakan kurs rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen data ekonomi AS yang menunjukkan aktivitas bisnis membaik. Sementara pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda yang lebih baik dari yang diperkirakan.
PMI Jasa ISM melonjak dari 52,6 menjadi 54,4, jauh melampaui ekspektasi 52,3. Sementara Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan JOLTS November, yang menunjukkan lowongan pekerjaan menurun menjadi 7,146 juta, turun dari 7,449 juta pada Oktober, menunjukkan pendinginan bertahap dalam permintaan tenaga kerja.
Perubahan Ketenagakerjaan ADP menunjukkan penggajian swasta meningkat sebesar 41 ribu pada Desember, kurang dari perkiraan sebesar 47 ribu, tetapi menandai peningkatan yang jelas dari kehilangan pekerjaan sebesar 29 ribu pada November, menunjukkan stabilisasi sementara dalam perekrutan menjelang akhir tahun.
"Fokus pasar selanjutnya adalah Klaim Pengangguran Awal mingguan dan laporan Nonfarm Payrolls Desember. Laporan dari sektor tenaga kerja AS ini diperkirakan dapat mendorong kembali harga emas jika pasar tenaga kerja terus memburuk," terang Ibrahim.

(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
Cadangan devisa Indonesia naik
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 sebesar USD156,5 miliar, meningkat dibandingkan posisi pada akhir November 2025 yang sebesar USD150,1 miliar. Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut terutama bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman pemerintah.
Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing yang diprakirakan terus berlanjut sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
BI terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.