LAN bersama KPK meluncurkan platform E-Learning ASN Berintegritas. Foto: dok LAN.
LAN Gandeng KPK Perkuat Integritas ASN
Husen Miftahudin • 17 June 2026 22:00
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara (LAN) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan platform E-Learning ASN Berintegritas sebagai bagian dari upaya memperkuat integritas aparatur sipil negara (ASN) dan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih serta akuntabel.
Peluncuran ini sebagai respons atas masih tingginya potensi penyimpangan dalam birokrasi. Berdasarkan Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024, Indeks Integritas Nasional tercatat sebesar 71,53 dan masih berada pada kategori rentan, yang menunjukkan masih adanya potensi penyimpangan dalam proses penyelenggaraan pemerintahan.
Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan ancaman terbesar terhadap suatu bangsa kerap berasal dari lemahnya integritas internal, bukan hanya dari faktor eksternal.
Menurut dia, bagi ASN, integritas tidak hanya berarti kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga komitmen moral dalam menjalankan amanah jabatan secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab.
"Integritas menjadi modal utama untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan setiap kebijakan dan layanan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Taufiq dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 17 Juni 2026.
Taufiq menjelaskan penguatan integritas ASN telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, yang menegaskan pengembangan kompetensi dilakukan secara berkelanjutan melalui sistem pembelajaran terintegrasi.
Dalam implementasinya, pendekatan Corporate University (Corpu) menjadi salah satu instrumen untuk memastikan pengembangan kompetensi berlangsung sistematis, relevan, dan berdampak terhadap peningkatan kinerja organisasi.
"Peluncuran E-Learning ASN Berintegritas menjadi langkah penting untuk memperluas edukasi antikorupsi secara masif, terstandar, dan berkelanjutan agar nilai integritas tertanam dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik," papar Taufiq.
| Baca juga: Setyo Budiyanto Targetkan 6,7 Juta ASN Ikuti E-Learning Antikorupsi |
.jpg)
(Ilustrasi ASN. Foto: dok MI)
Wujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel
Ketua KPK Setyo Budiyanto menilai penguatan integritas ASN merupakan investasi jangka panjang dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Ia menyebut dari total 6,7 juta ASN di Indonesia, baru puluhan ribu yang telah memperoleh pembelajaran khusus terkait integritas.
"Dulu pembelajaran integritas belum menjadi bagian terstruktur dalam pendidikan dan pelatihan ASN. Kami mengapresiasi LAN yang mengambil peran strategis dengan memasukkan materi integritas ke berbagai program pengembangan kompetensi ASN," jelas Setyo.
Selain platform e-learning, KPK juga menghadirkan platform Indata sebagai sarana pemantauan terintegrasi. Melalui platform tersebut, instansi mitra dapat melaporkan perkembangan pelaksanaan pembelajaran secara berkala, termasuk capaian peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dan memperoleh sertifikasi kelulusan. Skema ini diharapkan memperkuat monitoring dan evaluasi implementasi pembelajaran integritas di berbagai instansi.
Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyambut positif peluncuran platform tersebut.
Menurut Rini, integritas tidak dapat dibangun secara instan, melainkan harus menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berlangsung terus-menerus.
Ia berharap program ini dapat berkembang menjadi gerakan nasional yang mendorong lahirnya ASN yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap nilai antikorupsi.