Ilustrasi lari. Foto: Pexels.com/Andrew Durkin.
Restorasi Situs Bersejarah Digenjot lewat Kegiatan Sosial
M Sholahadhin Azhar • 13 September 2026 23:06
Jakarta: Restorasi situs bersejarah tengah digenjot seluruh pihak. Tak hanya pemerintah, pihak swasta berkolaborasi dengan organisasi masyarakat terkait hal ini, salah satunya untuk merestorasi kampung Buya Hamka di Nagari Sungai Batang, Sumatra Barat.
Bentuk dukungan merestorasi situs tersebut, adalah kegiatan sosial yang diinisiasi Shiratha berkolaborasi dengan Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW MUI) dan MUI. Yakni, dengan Charity Fun Run for Buya Hamka di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, 13 September 2026, dengan melibatkan sekitar 600 peserta.
Baca Juga :
"Kita perlu mengadakan lagi acara-acara seperti ini, yang nanti dengan lembaga wakaf majelis ulama Indonesia (LW MUI) dan juga MUI yang temanya mungkin nanti ke toko-tokoh yang memang memelopori MUI Hamka restorasi kampung bisa membuat tema-tema yang menarik lagi supaya antusiasme masyarakat kembali tinggi lagi," ujar Founder Shiratha, Aan Yugiastomo.
Selain mengadakan kegiatan lari amal, Shiratha memperkenalkan aplikasi terbarunya yang dirancang untuk membantu masyarakat mengakses layanan perjalanan ibadah umrah dengan lebih mudah.
Aan mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal dari rangkaian acara sosial dengan tema yang lebih beragam. Menurutnya, kolaborasi bersama Lembaga dapat menghadirkan kegiatan yang mampu menarik partisipasi masyarakat.

Ilustrasi lari. Foto: Pexels.com/Pixabay.
Seluruh dana yang terkumpul dari partisipasi peserta fun run akan disalurkan untuk pembangunan fasilitas penunjang di kawasan kelahiran Buya Hamka. Restorasi kawasan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran awal sekitar Rp1,5 miliar.
Aan menyebut peluncuran aplikasi Shiratha sekaligus menjadi penanda perubahan identitas perusahaan dari Treetan menjadi Shiratha. Rebranding tersebut, kata dia, dibarengi dengan komitmen untuk terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
"Dengan penyelenggaraan pameran ini, maka Insyaallah nanti semua hasil dari pendaftaran kami salurkan untuk membangun kembali Kampung Buya Hamka," tutur Aan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan mengangkat tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi besar bagi bangsa, khususnya mereka yang memiliki keterkaitan dengan sejarah dan perkembangan MUI.
Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, turut menyoroti potensi pengembangan wisata spiritual di kawasan Danau Maninjau, Sumatera Barat, yang berkaitan dengan jejak kehidupan Buya Hamka.
"Mengembangkan wisata tersebut dapat dilakukan melalui konsep wakaf dengan membangun dana abadi yang dikelola secara berkelanjutan. Dana tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata sekaligus memberi manfaat sosial bagi masyarakat," kata Amirsyah.
Amirsyah menilai wisata tidak semata-mata berorientasi pada kegiatan bisnis. Pengelolaan yang tepat juga dapat membuka ruang pemberdayaan masyarakat dan memperkuat manfaat sosial di sekitar kawasan wisata.
Melalui kegiatan Charity Fun Run for Buya Hamka dan peluncuran aplikasi Shiratha, penyelenggara berharap semangat kepedulian sosial, pengembangan wisata spiritual, serta kemudahan layanan perjalanan ibadah umrah dapat berjalan beriringan.