Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti meninjau revitalisasi sekolah di wilayah 3T. Foto Kemendikdasmen.
Target Revitalisasi 71.744 Satuan Pendidikan, 3T Salah Satu Prioritas
Muhamad Marup • 28 May 2026 22:03
Jakarta: Pemerintah menargetkan program revitalisasi mencapai 71.744 satuan pendidikan di tahun 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa program revitalisasi menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung kualitas pembelajaran di seluruh wilayah tanah air.
"Kami berkomitmen revitalisasi ini terus kami laksanakan sampai seluruh pelosok tanah air," ujar Mu'ti, dalam keterangan resminya, Kamis, 28 Mei 2026.
Muti menambahkan, rogram revitalisasi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui skema swakelola yang melibatkan tenaga kerja setempat dan mitra lokal. Pada tahun 2025, revitalisasi terhadap 16.167 satuan pendidikan mampu menyerap sekitar 250 ribu tenaga kerja dan turut menggerakkan ekonomi lokal.
“Dengan revitalisasi ini tentu kami berharap tidak hanya sekolah yang kita perbaiki, tapi juga kita berusaha untuk dapat meningkatkan ekonomi lokal, dan tentu kita dapat bersama-sama memajukan pendidikan di tanah air kita," jelasnya.
Hak pendidikan
Mu'ti menegaskan langkah pemerintah untuk memastikan seluruh anak Indonesia tetap memperoleh akses pendidikan yang layak. Menurutnya, tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan karena memiliki kesulitan ekonomi, kemampuan intelektual, keterbatasan fisik, atau berada di daerah yang terpencil.Selain pembangunan fisik sekolah, pemerintah juga menjalankan sejumlah kebijakan untuk memperluas akses pendidikan di daerah terpencil. Terdapat lima model layanan pendidikan yang terus diperkuat, yakni:
- pendidikan jarak jauh (PJJ);
- sekolah satu atap;
- sekolah terbuka berbasis komunitas belajar;
- pendidikan kesetaraan; serta
- kursus dan pelatihan.

Program revitalisasi sekolah di wilayah 3T. Foto Kemendikdasmen.
"Berbagai model tersebut dirancang agar layanan pendidikan dapat menyesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat di daerah," ucapnya.