Mengenal Permainan 'Lampu Lalu Lintas' untuk Lindungi Anak dari Pelecehan

Aksi simpatik untuk mengampanyekan perlindungan anak dari pelecehan dan kekerasan seksual di Surabaya, Jawa Timur. Foto: ANTARA/Didik Suhartono.

Mengenal Permainan 'Lampu Lalu Lintas' untuk Lindungi Anak dari Pelecehan

Fachri Audhia Hafiez • 3 February 2026 05:40

Jakarta: Pendidikan seksual sejak dini menjadi kunci utama dalam melindungi anak dari ancaman pelecehan maupun kekerasan seksual. Psikolog menyarankan agar orang tua mulai memberikan pemahaman terkait batasan tubuh melalui pendekatan interaktif di rumah agar materi yang disampaikan tidak terasa kaku atau menakutkan bagi sang anak.

"Permainan atau kegiatan interaktif di rumah ditujukan agar (pendidikan) jadi tidak kaku. Maka dari itu orang tua dapat menggunakan pendekatan bermain," ujar psikolog klinis di Rumah Sakit Jiwa Aceh, Devi Yanti, saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.
 


Devi mencontohkan salah satu metode efektif yang bisa diterapkan adalah permainan "Lampu Lalu Lintas Sentuhan". Dalam simulasi ini, warna hijau digunakan sebagai penanda area tubuh yang aman disentuh, sementara warna merah menandakan area terlarang yang tidak boleh disentuh oleh siapa pun. Orang tua juga bisa memanfaatkan media boneka atau gambar tubuh sebagai alat bantu visual.

"Pendekatan ini membuat anak belajar tanpa rasa takut dan lebih mudah memahami," lanjut Bendahara Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Aceh tersebut.

Selain permainan, roleplay atau bermain peran sederhana dapat melatih keberanian anak untuk berkata "tidak" kepada orang asing yang melanggar batasan. Anak juga perlu diajarkan cara meminta bantuan dan melapor jika merasa tidak nyaman. Devi menekankan pentingnya membacakan buku cerita bertema penjagaan tubuh untuk memperkuat pemahaman mereka secara literasi.


Ilustrasi. Foto: Freepik.com.

Keluarga besar, termasuk kakek dan nenek, juga perlu diberi pemahaman yang sama agar pola asuh dalam melindungi diri anak menjadi konsisten. Langkah ini bukan sekadar memberikan informasi biologis, melainkan investasi perlindungan jangka panjang bagi anak.

"Intinya, pendidikan seks yang tepat usia justru memperkuat nilai moral, rasa hormat terhadap diri sendiri, dan mencegah anak menjadi korban," ujar Devi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)